Hanif dan Puzzle kertas yang rumit

Tak dapat dibendung. Demikian yang mungkin dapat bundo lukiskan tentang perkembangan Hanif sejak usia 2thn sampe skrg (2thn 6bln). Semenjak bisa membaca abjad dengan lancar di bulan Februari, Hanif terlihat mulai mencari-cari tantangan baru. Bundo yang pada dasarnya tidak pernah memaksa (malah terlalu malas untuk pasang2 target), membiarkan Hafidz dan Hanif bereksplorasi dengan minat mereka masing-masing. Yang bundo lakukan cuma sedapat mungkin menyediakan perangkat2 edukatif, lalu berusaha menemani mereka belajar (saat mereka ingin) setelah pulang kantor dan sepanjang wik en. Kenapa tak dapat dibendung? Continue reading Hanif dan Puzzle kertas yang rumit

Halo 2014!

Gak tau mau kasih judul apa. Udah lama banget gak nulis di sini. Alasannya sangat banyak. Gak mood. Gak sempat. Males. Kerjaan menunggu. Dan lain-lain. Sesuatu yang bukan aku banget terkait dunia tulis menulis. Tahun 2014 udah mencapai sepertiga, dan satu katapun belum tergores di sini. Luar biasa. Dari sisi sini aja rasanya seperti bukan aku. Banyak banget hal yang telah terjadi. Kejutan kehidupan di awal tahun 2011 rasanya sudah bisa kuterima. Aku sudah kembali tersenyum. Apalagi setiap kali pulang trus mendapati senyuman 2 cahayaku. Senyuman 2 raditya, 2 matahariku. Gelak tawa 2 matahariku. Cerita-cerita mereka, pertengkaran mereka, bandel-bandel nya mereka, ekspresi sayangnya mereka, pelukan mereka, marahnya mereka. Segala yang mereka lakukan seolah selalu menghembuskan energi kebidupan buat aku. Maka rasanya keterlaluan sekali jika hal-hal tak penting lain aku relakan menginterfensi kebahagiaan ini. Maka rasanya keterlaluan sekali jika aku masih bisa-bisanya mengeluhkan hal-hal “kecil” lainnya. Tapi karena mengeluh itu bagian dari kehidupan ^_^, kadarnya aja kali yak yang dikurangin (teteeeuup)/ Anak-anak udah makin gede. Abang udah lewat 6 tahun, Adek sekarang 4 tahun 6 bulan. Karakter mereka pun makin jelas dan makin kuat. Adek makin terobsesi dengan pelajaran. Adek dan keteraturan Adek hafal huruf di usia 2 tahun (belajar sendiri. Yup sendiri!!, dengan membandingkan bunyi di laptop mainan vs tulisan di buku2). Adek lancar membaca di usia 4 tahun. Iya, benar-benar lancar. Bukan mengeja. Kebanyakan dia belajar sendiri, karena di TK A gak ada pelajaran membaca, sementara aku nyampe rumah jam 8 malam. Waktu kami bersama sangat singkat. Walau biasanya nyampe rumah langsung mandi dan ngajak anak2 bermain di kamar, namun jarang banget yang namanya belajar. Biasanya kita ngobrol2 aja bertiga, baca buku atau lempar2an bantal ^_^ Adek juga makin menunjukkan obsesinya terhadap keteraturan. Adek lah yang memeriksa apakah kancing baju abang sudah terpasang semua. Adek memastikan apakah ember dan gayung disusun sesuai warnanya, apakah botol2 sabun dan shampo tersusun rapi. Memastikan abang telah menyiram toilet setiap kali abis dipakai. Memeriksa sandal2 dan sepatunya apakah sudah bersih. Memeriksa buku2nya apakah ada yg hilang. Memastikan mainan2nya disimpan ditempatnya. Memastikan abang sudah minum obat (kalau sakit). Memeriksa apakah buku2 diatur berantakan (dan menyuruh orang lain merapikan krn buat dia terlalu besar). Begitulah Adek. Dampaknya, aku suka cape sendiri kadang2 mengikuti standarnya Adek, tapi kalau gak diikutin aku merasa gak konsisten juga karena pada dasarnya semua aturan2 kerapian itu adalah ajaranku. Di sisi lain, aku sangat senang karena Adek sudah seperti asisten pribadi buat aku (sejak umurnya 3 tahun) karena aku suka kehilangan barang2 penting (kacamata, buku yg lagi dibaca, dompet). Adek dengan ingatannya yang kuat juga senantiasa ngasih tahu barang2 belanjaan yang kurang saat belanja bulanan. Soal keteraturan, adek agak mirip sama aku. Bedanya, kadarnya aja yang jauuuuuuuuuuh hehehehehe Abang dan imajinasi Abang semakin dewasa dan mandiri. Sejak umur 3 tahun sudah terbisa tidur sendiri lampu dimatikan, ke kamar mandi sendiri, dan jauh sebelum itu udah ga pake diapers kemana2. Agak berbeda dengan adik yang sampai saat ini (4.5thn) masih ga berani tidur sendiri, takut gelap, belum mandiri untuk ke kamar mandi. Abang semakin menunjukkan minatnya kepada dunia seni dan imajinasi. Saat adiknya sibuk kiasu belajar dan mengasah kefasihan membaca, Abang lebih suka bermain-main dan berkhayal. Buat bundo juga ga ada masalah, karena setiap anak memang punya fokus yang berbeda-beda, dan usia Abang adalah usia untuk mengembangkan imajinasi, usia untuk bermain-main, usia untuk menikmati masa kanak-kanak yang menyenangkan. Bundo pun mendukung minat abang dengan buku-buku bacaan maupun VCD yang sesuai dengan minatnya. Lagipula sejauh ini Abang dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai usianya. Bahkan Abang pernah mendapat juara di lomba hafalan surat pendek da artinya, untuk tingkat TK se kecamatan. Hal ini ditunjang oleh daya imajinasi abang juga, sehingga sangat membantu ketika menghafalkan surat pendek da terjemahannya tersebut. Secara umum mereka berdua makin dewasa. Bertengkarnya makin heboh khasnya anak cowok. Tapi jika berpisah dalam waktu singkatpun mereka saling mencari. Saling mengupate kabar jika salah satu nya sedang mengalami hal-hal yang seru sementara saudaranya gak ada. Adik biasanya gak mau makan kue nya kalau Abangnya lagi gak ada (misal : sedang mandi, masih di sekolah dll). Adik juga gak mau dibelikan sesuatu jika Abang tidak dibelikan.  Walaupun alasan sebenarnya bisa jadi karena masalah “keteraturan” tadi. Adik gelisah kalau mengalami sesuatu yang tidak sesuai pola. Abang juga cenderung mencari2 adiknya jika mengalami sesuatu yang seru. Mereka berdua juga mulai sering berkospirasi melakukan hal-hal yang lucu untuk menggoda bundo.. Semakin mirip anak kembar.

Hafidz Ulang Tahun ke-5

Hafidz sayang,
Selamat ulang tahun ke-5, Nak
terimakasih ya Nak, sudah membuat hidup ini jadi penuh makna.

Nak hafidz dan nak hanif sungguh banyak berjasa terhadap Bundo..
mengajarkan arti sayang yang tulus
mengajarkan arti cinta tanpa harap balas
mengajarkan arti rindu yang mendamaikan
mengajarkan arti damai yang membahagiakan
mengajarkan arti menerima..
mengajarkan arti sederhana..
mengajarkan arti memberi…
mengajarkan arti ikhlas dalam jalani skenario hidup (walau yang ini

sungguh kadang susah ! )

Ah, sungguh banyak Nak..
hadapi hidup dengan kuat ya Nak,
tetaplah saling sayang,
tetaplah bekerjasama,
tegarlah dan saling mendukung.
Persis seperti ketika bundo marah. Menghukum. Lalu kalian saling

membela.
Saling memeluk, saling menangis.
Haru sekali rasanya.
lalu bertengkar lagi. Damai lagi. Berulang!

Padahal karakter kalian begitu berbeda.

Hafidz yang halus dan perasa
Hafidz yang indirect
Hafidz yang suka memendam perasaan
Hafidz yang memilih menahan sakit dari pada menangis
Hafidz yang memilih menjauh daripada berkelahi
Hafidz yang suka menggambar dan musik
Hafidz yang pilih taksi bukan angkot
Hafidz yang senang jalan-jalan dan mengagumi pemandangan
Hafidz yang lebih suka bernyanyi daripada matematika
Hafidz yang memilih berkata “Perutku sudah berbunyi”, daripada

mengatakan “Hafidz lapar”

Hanif yang cuek dan apa adanya
hanif yang terbuka dan blak-blakan
Hanif yang menyerang balik saat berkelahi
hanif yang berteriak dan menangis saat sakit
hanif yang lebih suka matematika ketimbang musik dan gambar
Hanif yang pilih angkot bukan taksi
hanif yang lebih suka di rumah menimbun diri dengan buku, daripada

jalan-jalan

Berbeda tak membuat kalian jadi jauh.
Kembali bundo banyak belajar.

Terimakasih Nak.
Dan maafkan karena Bundo tak bisa membersamai kalian selalu.
Lebih banyak waktu justru tidak bersama kalian.
Walau langkah ini dipercepat untuk pulang, selalu persentase

kebersamaan kita kalah oleh rutinitas-rutinitas bundo di luar sana.

Maafin ya Nak..

yakinlah, gunungan do’a tetap terlintas utama buat kalian
setiap sujud
setiap menengadakan harap padaNya
bahkan setiap menyebut nama kalian, bundo lantunkan do’a

Semoga Hafidz dan Hanif jadi muslim yang sholeh
jadi anak-anak penyayang
anak-anak yang Hafidz !
yang halus budi, indah lisan, jelita perbuatan
dan disukai Allah.

Semoga Allah menyayangi kalian ,Nak …

Banjir Jakarta Januari 2013

Pertama kali ngerasain banjir mayan parah di Jakarta adalah tahun 2006. Jaman masih “pendidikan calon pegawai” dan masih seragaman item putih. Berombongan kita (yang pada ngekos di daerah kampung bali tanah abang) muter2in kampung bali – jalan kaki sambil mengangkat rok di tengah hujan – untuk sekedar nyari jalan menuju kantor. Maklum lah masih capeg, mana berani bolos 😛 Kemudian terjadi lagi pada Februari 2007.  Banjir yang melegenda, karena dianggap sebagai siklus 5 tahunan Banjir Jakarta. Kantor kami terkepung Banjir. Seperti pulau yang terisolasi (tsaaaah…). Satu jakarta nyaris lumpuh. Saat itu ga terlalu pusing dengan masalah pulang-pergi ke kantor, karena masih ngontrak di seputaran kantor. Mengutip dari merdeka.com :

Pantauan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di 11 pos pengamatan hujan menunjukkan, hujan yang terjadi pada tanggal 2 Februari 2007 mencapai rata-rata 235 mm, bahkan tertinggi di stasiun pengamat Pondok Betung mencapai 340 mm. Hujan rata-rata di Jakarta yang mencapai 235 mm itu sebanding dengan periode ulang hujan 100 tahun dengan probabilitas kejadiannya 20 persen.

Pada tahun 2012, kami siap2 kembali menunggu siklus banjir 5 tahunan Jakarta. Alhamdulillah tidak terjadi. Namun rupanya hanya menunggu momen saja. Daaan.. terjadinya Januari 2013. Saya rasa hari ini (17 Januari 2013) adalah salah satu puncaknya. Sejak akhir tahun 2012  Jabodetabek diguyur hujan nyaris tiap hari dengan intensitas yang tinggi. Kadang terjadi genangan di beberapa tempat. Namun yang terjadi hari ini lumayan mencengangkan. Saya sendiri tadi mengalami genangan air yang cukup tinggi di sepanjang jalanan di depan Sarinah. Ada beberapa mobil yang mulai tampak mengeluarkan asap (sepertinya mesin sudah terendam). Dengan manuver yang luar biasa daris eorang teman, mobil kami akhirnya mencapai kantor dengan selamat. Namun tidak demikian dengan sebagian orang lainnya. Kereta Serpong-Tanah Abang lumpuh. Kereta jalur Kota-Depok-Bogor juga lumpuh dan perjalanan hanya bisa sampai beberapa stasiun tertentu. Saya dengar sampai saat ini (jam 11.30 siang) sebagian besar rekan-rekan masih terjebak di jalanan (di stasiun kereta, di jalan raya, bahkan terpaksa jalan kaki dari beberapa titik tertentu). Jalan besar di depan kantor sudah penuh air dengan tinggi permukaan yang sama dengan sungai di sebelahnya. TV juga dihujani oleh berita tentang banjir yang mengepung Jakarta. Yang masih menjadi misteri bagi diri saya adalah : Bagaimanakah caranya pulang ke rumah hari ini? Saya berharap siang ini air segera surut dan kami bisa pulang ke rumah masing-masing ^_^

Konspirasi alam semesta

katanya, sesuatu yang nyaris digenggaman tangan pun bisa lepas seketika ketika semesta berkonspirasi (dan tentu atas seijinNya) Namun, begitu juga sebaliknya. Sungguh rahasia, Sebesar apa ikhtiar yang menggugah semesta dan sedahsyat apakah Do’a yang mampu mengubah takdir bekerja…

Bundo sekolah lagi?

Alhamdulillah, setelah perjuangan setahun, dapat juga beasiswanya. Sekarang tinggal memutuskan pilihan di antara 3 kota itu? Tinggal? Ups… tak sesederhana itu ternyata. Kota pertama mau tak mau Bundo coret, karena biaya hidup yangs uper tinggi rupanya tak mencukup untuk bertempat di sana sambil bawa keluarga. 2 kota lainnya masih dalam penilaian dan perhitungan.. semoga ada jalan terbaik bagi kami semua :)

Anak bundo dan Ipad

Awalnya Bundo keberatan ketika Abah menyarankan Ipad yang biasa bundo bawa ngantor, dipinjemin ke anak-anak. Bundo termasuk tipe emak yang (awalnya) males banget kalau anak-anak keasyikan ama gadget dkk. Selain itu Bundo selalu terngiang2 petuah2 ahli pendidikan anak di twitter : “kalau sayang anak, jangan kasih IPAD!” DOEEEENG!! Apalagi, so far, Bundo mayan kesel ketika Hanif mulai kecanduan ama baby tivi, walaupun setelah diperhatikan 99% kandungan acara Baby tivi adalah edukasi. Maka dengan ogah-ogah bundo mulai minjemin Ipad ke anak-anak sepulang ngantor. Setelah diinstal software2 edukasi dan permainan2 mengasah otak , mulai deh Hafidz dan Hanif berpetualang. Rule no 1 : Bundo harus selalu dampingi ! Rule no 2 : Hanya boleh untuk permainan yang mendidik, i.e Puzzle, belajar membaca, mengenal warna, mewarnai, bernyanyi,            berhitung, tebak-tebakan, matching games dan content  content sejenis Rule no 3 : ga boleh rebutan Rule no 4 : Maksimal 2 jam, lalu bobo <<<<—- yang ini biasanya gagal ~_~ Hasilnya? Gak seburuk yang Bundo bayangkan, alhamdulillah. Hafidz  (saat ini 4thn 5 bulan)>>>>> seperti biasa lebih tertarik pada hal-hal yang memacu otak kanannya. Katakanlah melukis, bernyanyi, mewarnai, telling stories. Ujung-ujungnya dia menciptakan dunia khayalannya sendiri, dengan dia sebagai tokoh utamanya. Maka dalam sekejap kamar dan rumah berubah menjadi hutan belantara, istana kerajaan, gua bahkan ruang angkasa. Hanif  (saat ini 2 thn 10 bulan)>>>>> Bayangan awal bundo :  Hanif yang senang mengasah otak kiri, pasti akan sibuk dengan pelajaran2 ‘otak kiri’. Namun kenyataannya adalah Hanif ternyata SANGAT SIBUK dan ambisius. Hanif yang tadinya memang sudah hafal abjad dari usia 2 tahun 2 bulan, semakin jatuh cinta sama huruf-huruf. Mengingat rata-rata education software di Ipad berbahasa Inggris, dalam waktu singkat kemampuan bahasa inggris Hanif pun melejit. Kebetulan games2 edukasi berbahasa Indonesia yang Free sangat jarang di AppleStore. Kalaupun ada tidak begitu bagus. Sepulang dari Rumah Sakit (O, iya hanif Ramadhan ini dirawat di Rumah sakit 3 hari), kerinduan hanif pada Ipad makin menjadi.  Dalam hitungan hari, Hanif sibuk menghafal warna (dalam bahasa Inggris), bahkan campuran-campuran warna, misalnya: Red+White = Pink, atau, Purple = Red + Blue, dst. Bagaimana tidak, tools2 itu sungguh menarik, disajikan dengan simple, menyenangkan, namun tepat sasaran. Kosakata english (kata benda) anak2 bundo (terutama Hanif) juga meningkat pesat, mulai dari animals, fruit, vegetables, benda2 di sekitar kita, luar angkasa dst dst. Bundo merasa sangat terbantu, karena jujur saja kadang-kadang tak semua nama hewan (misalnya), Bundo tahu english nya apah ~_~. Demikian juga dengan bernyanyi. Lagu-lagu yang disajikan dengan animasi yang sangat bagus, menghibur dan menambah wawasan anak-anak di saat yang bersamaan. Lagu-lagu juga diselipin tebakan-tebakan, games dan puzzle yang merangsang kerja otak. Beberapa games petualangan sangat bundo batasin, karena selain tidak begitu jelas manfaatnya, nak Hafidz terkadang terlalu dalam menghayati, sampai ke taraf yang Bundo belum mampu kendalikan. Demikianlah petualangan anak-anak Bundo tentang Ipad. Bundo mungkin salah, tapi jujur saja kami ternyata tidak menganggap Ipad terlalu buruk untuk anak-anak. Syaratnya adalah : 1. tetap didampingi, 2. batasi jenis software, dan 3. beri batasan waktu. Maka Bundo mulai tak setuju dengan ungkapan : “Jika sayang anak, jangan kasih IPAD”. Asalkan sisi motorik mereka tetap di stimulate secara maksimal, kenapa tidak. O iya, anak-anak belum terlalu bisa mengeksplore  Qur’an di Ipad, namun mereka tertarik dengan metode Iqro’ yang diajarkan. Namun jujur saja, porsi anak-anak belajar Qur’an di Ipad masih jauh lebih sedikit ketimbang belajar yang lain. Ini PR juga nih buat Bundo! Mereka juga suka sekali dengan software “Hafalan do’a untuk anak-anak”. Bagaimana tidak, setiap hafalan do’a dilengkapi dengan suara anak-anak yang lucu, animasi yang menarik dan penjelasan yang ringkas. Walau, jujur saja sejauh ini do’a yang baru dihafal anak-anak adalah do’a mau bobo dan do’a keluar kamar mandi. PR lagi niiiih Bundo! Begitulah cerita kami. Maka sekarang setiap malam menjelang tidur, tidak aneh kalau Hanif dan Bundo terlibat tanya jawab seperti ini: Hanif : “kalau lampu bahasa inggrisnya apa, bunda?” Bundo : lamp Hanif : kalau bulan? Bundo : Moon Hanif : Kalau matahari? Bundo : Sun Hanif : Kalau dinding? Bundo : Wall Hanif : Bukaaan, itu kan bola Bundo : Bola itu ball, dinding itu wall Hanif : ooo, bola bol ya? dinding wol ya? *lalu diulang-ulang* Hanif : Kalau Air apa bundo? Bundo : Water Hanif : Bukaaaaaaan, woter itu carrot Bundo : Air itu water, Wortel itu carrot Hanif : **sibuk mengulang-ulang* Hanif : Kalau sayuran itu fruit ya? Bundo : Bukan nak, fruit itu buah Hanif : bukaan *lalu tergopoh gopoh buka Ipad dan nunjukin gambar buah2an yang dilengkapi bunyi FRUIT* Bundo : Tuh kan, fruit itu buah2an, kan ada gambar jeruk, pepaya, pisang dll Hanif : Bukaan, itu sayuraan Bundo : Zzzzzzzzzzzzzzzz *bobo*

Hanif, sepuluh belas dan sayang bundo

(lagi berhitung bareng Hanif – 2y8m) Bundo + Hanif : …… tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas,dua belas,…… sembilan belas Bundo : lalu? Hanif : sepuluh belas Bundo : Dua puluh, nif Hanif : Bukan, sepuluh belas Bundo : Ga ada sepuluh belas, itu kan angka 2 dan 0, dibacanya dua puluh Hanif : tapi kan habis sembilan itu sepuluh, habis sembilan belas yaa sepuluh belas.. Bundo: ~_~ ————————————————————— (Hanif ceritanya lagi nyanyi) Hanif   : “Haniif ituuuu, sayaaangnyaa bundaaa” Bundo : sayangnya Doraemon aja ya Hanif  : Jangaaan Bundo : Kenapa? Hanif : Doraemon kan sayangnya Nobita, kalau Hanif sayangnya Bundo (peluk Bundo) Bundo : (meleleh)