Dia trauma

My poor boy. Dia trauma sekali dengan ekspresi kemarahan yg dia rasakan. Gak berhenti2 membahas. Lumayan terguncang. Yah mau gimana lagi, kadang ada iblis berbentuk manusia.

Makin yakin dgn eksekusi rencana tahun depan. Kadang demi sebuah kebahagiaan, kita harus berani membuat keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>