Dia trauma

My poor boy. Dia trauma sekali dengan ekspresi kemarahan yg dia rasakan. Gak berhenti2 membahas. Lumayan terguncang. Yah mau gimana lagi, kadang ada iblis berbentuk manusia.

Makin yakin dgn eksekusi rencana tahun depan. Kadang demi sebuah kebahagiaan, kita harus berani membuat keputusan.

Keputusan

Mari Nak, kita bersabar dalam 12 bulan ini.
Setelah itu, kita jalanin rencana kita. Demi kehidupan baru yang lebih berkualitas, tentram dan damai.

Rindu melihat kalian dibesarkan dalam nuansa yang tenang dengan keimanan kepada Tuhan. Bukan kehidupan yang kacau balau yang penuh keangkuhan, kasar, penuh hingar bingar. Dunia yang tidak kukenal/

Minimal akan kuajari kalian sholat.

Only the 3 of us.