Hanif dan Puzzle kertas yang rumit

Tak dapat dibendung. Demikian yang mungkin dapat bundo lukiskan tentang perkembangan Hanif sejak usia 2thn sampe skrg (2thn 6bln). Semenjak bisa membaca abjad dengan lancar di bulan Februari, Hanif terlihat mulai mencari-cari tantangan baru. Bundo yang pada dasarnya tidak pernah memaksa (malah terlalu malas untuk pasang2 target), membiarkan Hafidz dan Hanif bereksplorasi dengan minat mereka masing-masing. Yang bundo lakukan cuma sedapat mungkin menyediakan perangkat2 edukatif, lalu berusaha menemani mereka belajar (saat mereka ingin) setelah pulang kantor dan sepanjang wik en. Kenapa tak dapat dibendung? Karena Hanif terang2an menunjukkan minat belajarnay lebih tinggi dibandingkan keinginan untuk bermain. Sehingga gak aneh kalau kita tahu2 mendapati hanif sibuk mengeja, menulis dan menyusun puzzle berjam2. Menyusun puzzle? Ini juga ada kisahnya. Suatu hari di stasiun Depok Baru, Bundo ketemu ama abang2 yang jualan puzzle kertas. Ukurannya cukup besar, kepingannya pun cukup banyak dan rumit. Saat itu bundo cuma berfikir ingin mengenalkan puzzle ke Hafidz dan Hanif. Tak punya target apa2. Dan ketika puzzle kertas itu nyampe di Rumah, bundo langsung dihujani protes. Penghuni rumah lain mengatakan puzzle itu terlalu rumit buat balita. Bahkan ada yang mengatakan kenapa bundo gak beli puzzle kayu aja, karena lebih simple dan mudah. Puzzle kayu amat sederhana, hanya sebuah papan yang dilubangi dengan berbagai macam bentuk (misal : binatang, rumah2an, kendaraan dll), lalu anak2 tinggal mencocokan kepingan puzzle dengan lubang2 yang tersedia. Menjadi simple karena petunjuknya sangat jelas, yaitu lubang2 yang saling terisolasi dengan lubang lainnya. Puzzle kertas menjadi rumit karena petunjuknya cuma garis dan satu kepingan puzzle harus nyambung dengan kepingan lainnya untuk membentuk gambaran yang utuh.. Maka begitulah diawalnya, Bundo gagal. Satu puzzle (angrybird) berhasil dihancurkan Hanif, yang satu lagi (Doraemon) dijadikan Hafidz sebagai Kipas melengkapi imajinasinya (Hafidz masih suka berimajinasi dan keberatan menceritakannya). Tapi tadi malam sungguh kejutan. Ketika hanif tiba2 asyik merombak puzzle ke-2 (Doraemon) sambil berbicara dengan Boneka doraemonnya. Ah iya, Bundo lupa bilang kalau Hanif yang gendut itu sangaaaaaaaat suka doraemon. Hanif punya boneka doraemon yang lebih besar dari badannya, sisir doraemon, alat makan doraemon, tas doraemon sampe bang Hafidz pun kalau beli kipas harus motif doraemon (dan Hafidz pun patuh) Back to Puzzle… Tadi malam Hafidz sibuk mainin HP bundo sambil berimajinasi dengan film tintin, dan Hanif sibuk merombak puzzle. Lalu tadaaaaa tanpa disangka2 puzzle doraemon itupun utuh. Kami semuanya cukup kaget karena sungguh menurut kami puzzle itu cukup rumit. “Lihat bunbun, Ninip pintar!”, kata Hanif dengan bangganya ketika puzzle itu jadi. Refleks ditimpali Hafidz dengan teriakan “Hafidz juga pintaaaaar” Bundo langsung deh memeluk mereka berdua, sambil ngetes kembali apa beneran Hanif yang menyusun puzzle itu. Dan begitulah, dari jam 8 sampe jam 11 malam Hanif dengan dibantu bang Hafidz menyusun dan membongkar puzzle Doraemon. Berulang-ulang, berkali-kali. Sambil sesekali teriak “Lihat! ninip dan apis pintar!”. Setelah bosan mereka berdua kembali belajar mengeja. Cuma berdua, karena bang Hafidz ingin diajari dek Hanif membaca Abjad, tanpa Bundo ^_^. Kemudian kembali mengeksplorasi HP  sampai sama2 tidur memeluk boneka ulat. Pelajaran yang Bundo ambil kali ini adalah, jangan pernah meremehkan kemampuan anak2. Selalulah beri mereka ruang untuk menggali kemampuan mereka. Adapun halnya Hafidz, bundo tidak pernah menyalahkan kekurangan minatnya terhadap belajar membaca. Menurut bundo, definisi belajar tidak haruslah semata membaca, menulis, berhitung. Itu hanya istilah. Istilah yang disepakati. hafidz punya definisi sendiri tentang belajar. Bundo yakin minat Hafidz yang tinggi terhadap musik, lukisan dan ingatan visual hafidz yang kuat terhadap simbol2 juga merupakan sebuah usaha yang harus bundo gali dan hargai. Teruslah berkembang anak2, semoga Bundo selalu diberi kekuatan untuk berusaha menjadi ibu yang baik….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>