Halo 2014!

Gak tau mau kasih judul apa. Udah lama banget gak nulis di sini. Alasannya sangat banyak. Gak mood. Gak sempat. Males. Kerjaan menunggu. Dan lain-lain. Sesuatu yang bukan aku banget terkait dunia tulis menulis. Tahun 2014 udah mencapai sepertiga, dan satu katapun belum tergores di sini. Luar biasa. Dari sisi sini aja rasanya seperti bukan aku. Banyak banget hal yang telah terjadi. Kejutan kehidupan di awal tahun 2011 rasanya sudah bisa kuterima. Aku sudah kembali tersenyum. Apalagi setiap kali pulang trus mendapati senyuman 2 cahayaku. Senyuman 2 raditya, 2 matahariku. Gelak tawa 2 matahariku. Cerita-cerita mereka, pertengkaran mereka, bandel-bandel nya mereka, ekspresi sayangnya mereka, pelukan mereka, marahnya mereka. Segala yang mereka lakukan seolah selalu menghembuskan energi kebidupan buat aku. Maka rasanya keterlaluan sekali jika hal-hal tak penting lain aku relakan menginterfensi kebahagiaan ini. Maka rasanya keterlaluan sekali jika aku masih bisa-bisanya mengeluhkan hal-hal “kecil” lainnya. Tapi karena mengeluh itu bagian dari kehidupan ^_^, kadarnya aja kali yak yang dikurangin (teteeeuup)/ Anak-anak udah makin gede. Abang udah lewat 6 tahun, Adek sekarang 4 tahun 6 bulan. Karakter mereka pun makin jelas dan makin kuat. Adek makin terobsesi dengan pelajaran. Adek dan keteraturan Adek hafal huruf di usia 2 tahun (belajar sendiri. Yup sendiri!!, dengan membandingkan bunyi di laptop mainan vs tulisan di buku2). Adek lancar membaca di usia 4 tahun. Iya, benar-benar lancar. Bukan mengeja. Kebanyakan dia belajar sendiri, karena di TK A gak ada pelajaran membaca, sementara aku nyampe rumah jam 8 malam. Waktu kami bersama sangat singkat. Walau biasanya nyampe rumah langsung mandi dan ngajak anak2 bermain di kamar, namun jarang banget yang namanya belajar. Biasanya kita ngobrol2 aja bertiga, baca buku atau lempar2an bantal ^_^ Adek juga makin menunjukkan obsesinya terhadap keteraturan. Adek lah yang memeriksa apakah kancing baju abang sudah terpasang semua. Adek memastikan apakah ember dan gayung disusun sesuai warnanya, apakah botol2 sabun dan shampo tersusun rapi. Memastikan abang telah menyiram toilet setiap kali abis dipakai. Memeriksa sandal2 dan sepatunya apakah sudah bersih. Memeriksa buku2nya apakah ada yg hilang. Memastikan mainan2nya disimpan ditempatnya. Memastikan abang sudah minum obat (kalau sakit). Memeriksa apakah buku2 diatur berantakan (dan menyuruh orang lain merapikan krn buat dia terlalu besar). Begitulah Adek. Dampaknya, aku suka cape sendiri kadang2 mengikuti standarnya Adek, tapi kalau gak diikutin aku merasa gak konsisten juga karena pada dasarnya semua aturan2 kerapian itu adalah ajaranku. Di sisi lain, aku sangat senang karena Adek sudah seperti asisten pribadi buat aku (sejak umurnya 3 tahun) karena aku suka kehilangan barang2 penting (kacamata, buku yg lagi dibaca, dompet). Adek dengan ingatannya yang kuat juga senantiasa ngasih tahu barang2 belanjaan yang kurang saat belanja bulanan. Soal keteraturan, adek agak mirip sama aku. Bedanya, kadarnya aja yang jauuuuuuuuuuh hehehehehe Abang dan imajinasi Abang semakin dewasa dan mandiri. Sejak umur 3 tahun sudah terbisa tidur sendiri lampu dimatikan, ke kamar mandi sendiri, dan jauh sebelum itu udah ga pake diapers kemana2. Agak berbeda dengan adik yang sampai saat ini (4.5thn) masih ga berani tidur sendiri, takut gelap, belum mandiri untuk ke kamar mandi. Abang semakin menunjukkan minatnya kepada dunia seni dan imajinasi. Saat adiknya sibuk kiasu belajar dan mengasah kefasihan membaca, Abang lebih suka bermain-main dan berkhayal. Buat bundo juga ga ada masalah, karena setiap anak memang punya fokus yang berbeda-beda, dan usia Abang adalah usia untuk mengembangkan imajinasi, usia untuk bermain-main, usia untuk menikmati masa kanak-kanak yang menyenangkan. Bundo pun mendukung minat abang dengan buku-buku bacaan maupun VCD yang sesuai dengan minatnya. Lagipula sejauh ini Abang dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai usianya. Bahkan Abang pernah mendapat juara di lomba hafalan surat pendek da artinya, untuk tingkat TK se kecamatan. Hal ini ditunjang oleh daya imajinasi abang juga, sehingga sangat membantu ketika menghafalkan surat pendek da terjemahannya tersebut. Secara umum mereka berdua makin dewasa. Bertengkarnya makin heboh khasnya anak cowok. Tapi jika berpisah dalam waktu singkatpun mereka saling mencari. Saling mengupate kabar jika salah satu nya sedang mengalami hal-hal yang seru sementara saudaranya gak ada. Adik biasanya gak mau makan kue nya kalau Abangnya lagi gak ada (misal : sedang mandi, masih di sekolah dll). Adik juga gak mau dibelikan sesuatu jika Abang tidak dibelikan.  Walaupun alasan sebenarnya bisa jadi karena masalah “keteraturan” tadi. Adik gelisah kalau mengalami sesuatu yang tidak sesuai pola. Abang juga cenderung mencari2 adiknya jika mengalami sesuatu yang seru. Mereka berdua juga mulai sering berkospirasi melakukan hal-hal yang lucu untuk menggoda bundo.. Semakin mirip anak kembar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>