Banjir Jakarta Januari 2013

Pertama kali ngerasain banjir mayan parah di Jakarta adalah tahun 2006. Jaman masih “pendidikan calon pegawai” dan masih seragaman item putih. Berombongan kita (yang pada ngekos di daerah kampung bali tanah abang) muter2in kampung bali – jalan kaki sambil mengangkat rok di tengah hujan – untuk sekedar nyari jalan menuju kantor. Maklum lah masih capeg, mana berani bolos ­čśŤ Kemudian terjadi lagi pada Februari 2007. ├é┬áBanjir yang melegenda, karena dianggap sebagai siklus 5 tahunan Banjir Jakarta. Kantor kami terkepung Banjir. Seperti pulau yang terisolasi (tsaaaah…). Satu jakarta nyaris lumpuh. Saat itu ga terlalu pusing dengan masalah pulang-pergi ke kantor, karena masih ngontrak di seputaran kantor. Mengutip dari merdeka.com :

Pantauan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di 11 pos pengamatan hujan menunjukkan, hujan yang terjadi pada tanggal 2 Februari 2007 mencapai rata-rata 235 mm, bahkan tertinggi di stasiun pengamat Pondok Betung mencapai 340 mm. Hujan rata-rata di Jakarta yang mencapai 235 mm itu sebanding dengan periode ulang hujan 100 tahun dengan probabilitas kejadiannya 20 persen.

Pada tahun 2012, kami siap2 kembali menunggu siklus banjir 5 tahunan Jakarta. Alhamdulillah tidak terjadi. Namun rupanya hanya menunggu momen saja. Daaan.. terjadinya Januari 2013. Saya rasa hari ini (17 Januari 2013) adalah salah satu puncaknya. Sejak akhir tahun 2012  Jabodetabek diguyur hujan nyaris tiap hari dengan intensitas yang tinggi. Kadang terjadi genangan di beberapa tempat. Namun yang terjadi hari ini lumayan mencengangkan. Saya sendiri tadi mengalami genangan air yang cukup tinggi di sepanjang jalanan di depan Sarinah. Ada beberapa mobil yang mulai tampak mengeluarkan asap (sepertinya mesin sudah terendam). Dengan manuver yang luar biasa daris eorang teman, mobil kami akhirnya mencapai kantor dengan selamat. Namun tidak demikian dengan sebagian orang lainnya. Kereta Serpong-Tanah Abang lumpuh. Kereta jalur Kota-Depok-Bogor juga lumpuh dan perjalanan hanya bisa sampai beberapa stasiun tertentu. Saya dengar sampai saat ini (jam 11.30 siang) sebagian besar rekan-rekan masih terjebak di jalanan (di stasiun kereta, di jalan raya, bahkan terpaksa jalan kaki dari beberapa titik tertentu). Jalan besar di depan kantor sudah penuh air dengan tinggi permukaan yang sama dengan sungai di sebelahnya. TV juga dihujani oleh berita tentang banjir yang mengepung Jakarta. Yang masih menjadi misteri bagi diri saya adalah : Bagaimanakah caranya pulang ke rumah hari ini? Saya berharap siang ini air segera surut dan kami bisa pulang ke rumah masing-masing ^_^

Konspirasi alam semesta

katanya, sesuatu yang nyaris digenggaman tangan pun bisa lepas seketika ketika semesta berkonspirasi (dan tentu atas seijinNya) Namun, begitu juga sebaliknya. Sungguh rahasia, Sebesar apa ikhtiar yang menggugah semesta dan sedahsyat apakah Do’a yang mampu mengubah takdir bekerja…