Resonansi Jiwa

Somehow, suka merasa bahwa jiwapun pada hakekatnya terkadang saling ber-resonansi. Resonansi bersyarat; hanya untuk yang terikat kuat. Tentang bagaimana preliminary nya, dan sebesar apa resonansi-nya. Dijawab oleh waktu. Dan butuh waktu yang panjang untuk memilah antara anomali dengan sejati.

Jangan sampai ada dan ketiadaan kita sama saja

Pagi ini dibuka dengan mendengarkan tausiyah Almarhumah Ustz Yoyoh Yusroh mengenai “Peranan Dakwah dalam keluarga”, jilid 1 dan jilid 2. Nemu di YouTube ^_^. ada di  sini : http://www.youtube.com/watch?v=VeEjiHa9KkI  dan di http://www.youtube.com/watch?v=B7-noGRqSMQ Menyejukkan hati mendengarkannya. Meskipun sekarang mungkin cuma bisa menyimak, mendengar dan mengagumi. Salah satu kalimat yang paling menohok adalah “Jangan sampai ada dan ketiadaan kita sama saja terhadap lingkungan”. Kalimat yang rasanya jauuuuh sekali di belakang. Kalimat yang justru menghadirkan rindu. Rindu yang jauh… Rindu yang sepi…