Hanif 2 Tahun

Hanif sayang, hari ini tepat 2 tahun silam, engkau hadir Nak dan sejak hari itu.. bersama abang Hafidz, engkau menjelma menjadi dua sayap sempurna bagi hidup Bunda Hanif sayang, Do’a untukmu Nak, tak hanya di hari-hari spesial seperti hari ini setiap memandang lelapmu setiap menatap tawa dan sedihmu setiap lintasan fikiran akan namamu hadir pula do’a dan cinta yang melimpah-limpah Nak Hanif, Nak Hafidz kalian sungguh berjasa dalam hidup Bunda sungguh istilah “cahaya mata” tak mampu wakili jasa kalian sebab kalianlah Matahari jiwa ini yang Allah hadirkan untuk senantiasa terangi hari ini, terangi hati ini Sungguh Nak, setiap pagi adalah sesal yang menggunung karena harus tinggalkan kalian untuk ke kantor saat wajah-wajah lucu kalian masih lelap Bunda sudah beranjak laksanakan tugas sambil memelas cintaNya “Wahai Allah, tolong jaga matahariku…” “Wahai Cahaya mata, maafkan bunda tak mampu 24 jam temani… ” Nak Hafidz, Nak hanif, Seletih apapun sepulang kerja, bunda selalu ingat bahwa kalian tentu lebih letih lagi menunggu kehadiran Bunda… seperti cerita Ibu dan Uwak bahwa Setiap Adzan Magrib, Nak hafidz dan Nak hanif mulai rajin melongok ke jendela dan berkata “Bunda belum pulang ya?” Percayalah, di saat yang sama Bunda sedang bersicepat mengatur langkah agar segera kita berjumpa Dan tadi malam sungguh kejutan luar biasa ya, ketika dengan lugu nya Bang Hafidz(3.5 thn) memberi kado istimewa Hafalan Surat Al-Fatihah untuk dek Hanif yang berulang tahun ke-2 Bagi Bunda itu sangat mengejutkan Karena setiap malam kita belajar mengaji bang Hafidz biasanya cuek, asyik menggambar, menyanyi dll dan bunda tidak larang, asalkan masih mau luangkan waktu 15 menit mengaji bersama Siapa sangka, dibalik sikap cueknya Bang Hafidz ternyata diam-diam ikut ngapalin ^_^ Dan tadi malam juga janji akan ajarkan ke dek hanif :) Selamat Milad ya Nak, semoga Allah selalu lindungi Nak Hanif dan Nak Hafidz semoga Allah sayangi kalian, dan tunjukkan kalian jalan yang lurus dan indah…

sekedar terkenang

Engkau mungkin sudah lupa Episode singkat, yang berbaur dengan jutaan lembar kisah Bagiku,  mengingat itu selalu mampu hadirkan musim semi. Di tengah luka-luka Siapa mengira, justru mesjid itu harus kupandang setiap hari minimal 5x seminggu dan papan pengumuman itu masih setia di sana tempat kita pertama jumpa di ramadhan 2004