[Cluster 21] Semalam di Singapura

Kayak judul lagu ya :) Semalam di Singapura rasanya benar-benar seperti obat penawar. Walaupun cuma semalam. Menyusuri jalanan-jalanan yang aku kenal, pojok-pojok penuh kenangan dan tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah beberapa tahapan hidup. Seharian itu juga hati ini sedikit tercerahkan bahwa dulu pernah punya masa-masa yang sangat manis, bersama teman-teman yang sungguh menyejukkan. Dan sungguh aku mencintai mereka karena Allah. Karena keberadaan mereka pernah begitu memberi arti, bahkan setelah dipisahkan jarak dan waktu. Bayangkan bahagianya hati ini bertemu mereka. jangankan berjumpa fisik, selama ini sekedar mengenang memori-memori lama atau sekedar saling berbalas kabar saja sudah begitu membahagiakan hati. Apalagi berjumpa mereka secara fisik. Memang benar bahwa persaudaraan itu tidak hanya terbatas pada ikatan darah. Sore harinya alhamdulillah berkesempatan mengikuti acara bukber di KBRI, dan tak disangka-sangka jumpa banyak sekali sahabat di sana. Ada yang katanya sengaja datang ke KBRI karena ingin berjumpa. Subhanallah, pertemuan yang singkat namun sangat menyejukkan jiwa. Rasanya ingin menghentikan waktu. Tak terasa sudah 11 tahun sejak hari pertama aku mengenal mereka, dan tentunya sudah banyak yang berubah. Ada yang udah pada repot dengan anak-anak masing-masing, dengan pasangan masing-masing, atau dengan kisah-kisah masing-masing. Senyum-senyum itu masih sama, pelukan hangat itu masih sama, bahkan binar mata, cara bicara dan joke-joke yang masih sama. Rindu sekali..

Senyuman yang tersirat di bibirmu Menjadi ingatan setiap waktu Tanda kemesraan bersimpul padu Kenangku di dalam doamu Semoga… Tuhan berkatimu

Tak terasa malam menjelang, dan satu persatu kami harus saling pamit. Berat sekali rasanya, tapi memang kita tidak bisa terus-terusan tenggelam dalam nostalgia. Banyak sekali saling bertukar cerita, ada sedih ada bahagia. Di dalamnya insyaAllah terselip do’a do’a. Sekitar pukul 10.30 PM Singapore time, tak terasa tinggal aku, my rumie semasa di hall 9 si penggemar Banmian serta bumil penggemar kucing yang jago masak. Kami ber-3 dulu pernah jadi juara-3 di Muslimah-Only-Competition unuk urusan tari menari, saat itu kami membawakan tari piring ^_^. Kami susuri sepanjang jalan dari KBRI menuju bus-stop. Melanjutkan kembali kisah-kisah lama yang pernah ada. Semoga saja.. ya, semoga saja, bingkai kenanganini selalu menjadi pengikat hati-hati kami. Temans, engkau sungguh tak tergantikan… Saat harus berpisah, dan mereka hilang dari pandangan, tiba2 syair nasyid Brothers, Do’a Perpisahan, berkumandang di telingaku :

Pertemuan kita di suatu hari Menitikkan ukhuwah yang sejati Bersyukurku kehadap Illahi Di atas jalinan yang suci Namun kini perpisahan yang terjadi Dugaan yang menimpa diri Bersabarlah diatas suratan Kutetap pergi jua Kan kuutuskan salam ingatanku Dalam doa kudusku sepanjang waktu Ya Alloh bantulah hamba-Mu Mencari hidayah dari pada-Mu Dalam mendidikan kesabaranku Ya Alloh tabahkan hati hamba-Mu Diatas perpisahan ini Teman betapa pilunya hatiku Menghadapi perpisahan ini Pahit manis perjuangan Telah kita rasa bersama Semoga Allah meredhoi Persahabatan dan perpisahan ini Teruskan perjuangan Kan kuutuskan salam ingatanku Dalam doa kudusku sepanjang waktu Ya Alloh bantulah hamba-Mu Senyuman yang tersirat di bibirmu Menjadi ingatan setiap waktu Tanda kemesraan bersimpul padu Kenangku di dalam doamu Semoga… Tuhan berkatimu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>