Hafidz ulang tahun ke-3

Alhamdulillah, tanggal 14 maret 2011 ini, Nak Hafidz genap berusia 3 tahun. Ini artinya udah 3 tahun nak hafidz menebarkan keceriaan di hari-hari Abah dan Bundo. Demikian juga dek hanif yang bulan ini berusia 1 tahun 5 bulan. Bundo dan Abah selalu doakan semoga keduanya jadi anak sholeh, rajin, santun dan membanggakan. Nak Hafidz, sebagaimana nama yang Abah dan Bundo pilihkan untk engkau, teriring do’a supaya engkau menjadi anak yang sholeh, pintar dan menjadikan Hafidz Qur’an sebagai salah satu pilar kehidupan. Nama ini Bundo pilihkan jauh-jauh hari bahkan jauuuh sebelum Bundo ketemu Abah. Nama ini Bundo pilihkan suatu masa ketika Bundo pernah ditempa oleh wanita-wanita sholehah nun di negeri temasek sana untuk mencintai Qur’an, menghafal Qur’an sebanyak-banyaknya. Ketika Bundo merasakan bahwa ayat-ayat Qur’an yang Bundo hafal, bukanlah sekedar hafalan biasa. Namun seperti yang dijanjikan Allah, hafalan itu kemudian menjadi penjaga, menjadi Hafidz bagi setiap hal yang Bundo lakukan. Dan Bundo seringkali merasakan hafalan tsb turun drastis bahkan banyak yang hilang ketika Bundo kemudian mengalami penurunan kualitas keimanan atau mendekati maksiat. Hafalan Qur’an bundo yang tidak seberapa itu kemudian seolah menjadi alert, menjadi warning ketika bundo mulai ‘melenceng’. Lalu kemudian Nak, Bundo menjadi takjub dengan kekuatan Hafalan Qur’an, dengan efek yang dia timbulkan dan dengan peringatan-peringatan yang muncul secara alami. Bundo kemudian menjadi bertekad untuk menghafal sebanyak-banyaknya. Namun kemudian hal ini justru terhenti setelah Bundo semakin sibuk dan semakin sibuk dengan urusan duniawi. Sungguh banyak pembenaran. Sungguh terlalu banyak alasan dan pembenaran. Dan bahkan ketika ini ditulis, sudah lama sekali ketika ayat terakhir ‘bertambah’ ke dalam koleksi hafalan Bundo. Sudah terlalu lama. Hitungan tahun. Nak Hafidz, itulah kenapa Bundo acapkali tertegun setiap kali bersama engkau. Namamu dan kehadiranmu mengingatkan selalu kepada cita-cita yang pernah Bundo ikrarkan dengan sangat kuat. Namun sekarang sungguh Bundo perlu usaha keras untuk kembali meneguhkan cita-cita dan semangat itu. Bundo masih bisa membayangkan sudut-sudut Singapura ketika Bundo menghafal surat-surat tertentu. Mulai dari MRT, Bis, Asrama, kantor, mushola bahkan ketika berjalan kaki. Namun Bundo tak mampu membayangkan sudut-sudut Jakarta yang mengingatkan Bundo thdp hafalan surat apapun. Karena sungguh telah lama sekali ia tidak bertambah. Nak hafidz, dibalik segala kekurangan dan ketidaksempurnaan ini, Bundo tetap meniatkan dan berusaha keras agar hafalan-hafalan ini kembali kokoh dan kembali bertambah. Bundo juga berdo’a semoga Allah memberikan bundo usia yang penuh berkah sehingga Bundo mampu mendidik Nak Hafidz dan dek Hanif menjadi pribadi-pribadi sholeh yang  tidak hanya sibuk mengejar dunia namun juga sibuk membangun istana di Surga. Sungguh kalian anak-anakku, adalah amanah luar biasa yang Allah titipkan bagi kami. Yang  harus kami  jaga dan didik untuk menjadi pribadi-pribadi yang menakjubkan. Sungguh kalian anak-anakku, adalah cerminan prilaku dan akhlak kami, sehingga harus selalu kami berikan contoh teladan yang baik. Doa Nabi Zakaria Surah Ali-Imran[3]:37-38 “… Rabbi habli dzurriyyatan thayyibah, innaka samii’ud du’aa’ …” “… Wahai Rabb ku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa …” Doa Nabi Ibrahim ‘alayhissalam QS.Ash Shaaffaat : 100 “Rabbi habliy minashshaalihiin” (Tuhanku anugerahkanlah kepadaku [seorang anak] yang termasuk orang2 yang shaleh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>