Pindah Rumah

Sejak 1 Januari 2011 Alhamdulillah kami sekeluarga dah bisa pindah nempatin rumah baru di daerah ciputat. Otomatis banyak hal yg berubah dalam keluarga kita. Bundo yang biasanya cuma perlu 15-20 menit buat ke kantor naik motor, sekarang harus naik kereta tiap hari. Abah yang biasanya mudah dan cepat sekali mencapai tempat-tempat pertemuan bisnis, rekanan atau meninjau usaha sekarang harus menyediakan waktu ekstra buat di perjalanan (mengingat Abah jarang sekali naik kereta). Nenek dan anak-anak yang tadinya punya banyak sekali tetangga dan teman-teman main di daerah Setiabudi, tiba2 harus berada di dalam komplek perumahan kecil yang bahkan baru dihuni oleh 5 rumah. Sisi positifnya anak-anaknya jadi lebih terkontrol masalah ‘jajan sembarangan’. Bundo juga harus membuat perencanaan yang baik terkait barang2 kebutuhan rumah tangga, seperti susu, sayur-sayuran, bahan masakan, makanan anak-anak dan barang2 consumable lainnya mengingat butuh usaha ekstra untuk ke pasar, ke alfamart bahkan sekedar ke warung. Dulu ke pasar basah tinggal jalan kaki 100m, ke warung tinggal jalan 15m, alfamart dimana2. Sekarang kalo mau ke pasar harus naik angkot sekali. Ruko-ruko di depan kompleks juga belum pada beroperasi… Bundo dan Abah sibuk sekali dalam urusan rumah ini. Mulai dari renovasi rumah (nambah kamar dan taman), beli2 perabotan inti (seperti lemari penyimpanan, kitchen set sederhana), peralatan2 elektronik, peralatan rumah tangga, bersih2, beli rumput, teralis, gorden… waaah seruu deh pokoknya… Walaupun rumah sederhana, rasanya bahagia banget alhamdulillah. Beda lah rasanya bersih2 dan benerin rumah sendiri daripada kontrakan. Udah gitu tahu sendiri kan biaya kontrakan di pusat Jakarta mahalnya luar biasa. Bundo dan Abah ngontrak dari 2007 sd 2009, kalo diitung2… hadooooh lumayaaan banget deh bikin bangkrut hehe. Alhamdulillah Hafidz dan Hanif kooperatif banget, subhanallah deh anak-anak sholih Bundo ini :), justru di rumah baru malah makin anteng. Hanif tidurnya nyenyak banget kalo malam, alhamdulillah. Padahal di Setiabudi dulu Hanif selalu bangun hampir tiap jam, dan menangis… baru tidur lagi setelah ditimang-timang. Hafidz juga tidur lebih nyenyak, makan lebih lahap walau masih belum terlalu banyak… Bundo dan Abah memutuskan ga beli2 dulu perabotan2 seperti kursi tamu, meja makan, lemari2 pajang. Biarkan aja dari ruang tamu sampe ke taman belakang plong dan kosong, supaya Hafidz dan Hanif seneng mondar mandir main-main di rumah. Mereka nampak lebih bahagia, biasanya terkurung di kontrakan berukuran 3.5mx10m, sekarang sudah lebih leluasa. Rumah kami tidak terlalu besar, luas lahan 133m² dan luas bangunan 90m² , tapi karena nyaris tidak ada perabotan makanya anak-anak lebih bebas bermain… Saat ini kita sekeluarga masih penyesuaian dengan lingkungan baru, semoga betah terus dan barokah rumah baru kita. amiiin :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>