Hafidz gemar mengarang lagu

Catatan : yang dimaksud dengan lagu dalam tulisan bundo kali ini adalah nada atau suara atau irama, bukan nyanyian  dengan kata-kata:). Tulisan ini ditulis saat Hafidz 2 tahun 7 bulan dan Hanif 1 tahun 1 bulan. Semenjak usia 2 tahunan Bundo perhatikan bang Hafidz punya suatu kebiasaan unik, yaitu menirukan lagu/irama musik terlebih dahulu instead of liriknya. Kemudian lagu/irama tsb dia ulang2 sendiri sambil mengubah-ubah kata-katanya sesuai imajinasi nya sendiri. Jadi Hafidz hafal lagu/irama terlbih dahulu baru liriknya. Maka tak heran kalau kita sering mendengar Hafidz melagukan irama ‘balonku’, ‘kereta api’, ‘si kancil’ dll dengan lirik2 ciptaan sendiri. Suatu hari Hafidz bersenandung begini  “Tang te tang tup! Tang te tang tup! tang te tang!”. Setelah pengamatan berhari-hari baru bundo faham rupanya itu musik pembuka lagu “Kereta Api” gubahan  kang Nunuk. Jarang sekali dia menyenandungkan lirik lagunya. Biasanya setelah Bundo mulai bernyanyi, baru di aikut2an menimpali. Hafidz juga suka menyenandungkan irama lagu dengan liriknya, maka tak heran tiba2 dia bersenandung begini: “Caputangan tung tu uuuung, caputangan tung tu uuuung”. Itu adalah lagu anak2 berjudul “Sapu tangan”. Sedangkan Tung tu uuuung adalah bunyi musiknya. Lama kelamaan lagu/irama yng ditirukan bukan hanya dari nyanyian tapi juga suara2 alam dan suara2 aktivitas di rumah sehari2. Di awal-awal Bundo kaget ketika Hafidz suka iseng memusikalisasi aktivitas sehari2 kami di rumah. Lucunya bunyi2 itu memang benar secara irama tapi kadang salah ditinjau dari pilihan kata. Misalnya, saat uwak menguras bak tiba2 Hafidz bersenandung menirukan irama air yg dikuras secara berulang2 ( Ngeeek ngooook ngeeek ngook ngeeek ngoook). kalau uwak berhenti menguras, Hafidz juga diem sambil senyum2. Pernah Bundo kasih tahu bahwa bunyinya kok ngeeek ngook bukannya byuuur byuur, Hafidz cuek aja… Atau saat lain tiba2 bilang gini “dugudang dugudang guuuuung,  dugudang dugudang guuuuung, dugudang dugudang guuuuung”. Setelah investasi beberapa lama, akhirnya Bundo tahu rupanya itu suara petir/gluduk  versi Hafidz(perasaan ga nyambung deh) Kebiasaan Hafidz tersebut makin menjadi semenjak Hanif makin bisa diajak main. Biasanya suara2 ciptaan Hafidz langsung ditiru Hanif dengan antusias. Atau sebaliknya, celotehan-celotehan ala Hanif ditiru Hafidz dengan senang hati sambil ditambah-tambahin. Misal : saat Hanif lagi suka mengucapkan “baeeeh? baeeeh?”, oleh Hafidz langsung digubah menjadi “baeeeh baeeeh syiiing kaaa… baeeeh baeeeh syiiing kaaa.. baeeeh baeeeh syiiing kaaa” Yang bikin gemes akhir-akhir ini Hafidz mulai berniat mengubah dan menggubah do’a sebelum tidur yang sudah dia hafal. Ini masih jadi PR buat Bundo agar niat Hafidz itu ga terlaksana 😛 Yah, begitulah sekelumit perkembangan Hafidz dan Hanif saat ini..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>