Saat terindah

Akhir-akhir ini berada di kantor rasanya begitu melelahkan. Apalagi sudah lama tidak bergaul dengan komunitas orang-orang sholeh. Rasa tidak ada penawar :P. Tapi tak tahu lagi hendak cari di mana komunitas itu, sebab arti dari ‘keinginan’ berkumpul dengan orang-orang sholeh saat ini artinya harus siap membahas dunia politik… dan aku tidak siap…. Namun tetap ada momen-momen terindah yang rasanya mengguyur segala penat, letih, dan duka lara. Ianya adalah ketika melihat senyum anak-anakku (eits, 1 lagi masih di dalam ^_^, tapi serasa udah bisa senyum aja he.. he…) Senyummu Nak, adalah bahagia tiada akhir.

Kematian dekat saja

Kami disambut oleh lelaki itu dan keluarganya dengan ceria, seolah hari itu adalah hari yang biasa saja sama seperti hari lainnya. Lelaki itu masih cukup muda, mungkin belum sampai 30 tahun usianya. Namun mendung di wajahnya tak bisa sempurna disembunyikan, pun raut-raut keletihan dan kelelahan yang terlihat jelas. Kami mengamati di daerah tengkuk terdapat bekas di’bekam’. Setelah sejenak berbincang-bincang dengan beliau dan keluarga, kami kemudian dikejutkan oleh seorang bocah usia 3 tahun yang dengan cerianya berlarian memasuki ruangan, dan berusaha mengeluarkan serta memainkan beberapa benda yang menarik hatinya. Lucu! menggemaskan :), khasnya anak kecil. Bocah itu telanjang dengan bekas air mandi  menetes dari seluruh tubuhnya. Sang bocah diikuti oleh neneknya yang sibuk mengejar-ngejar sambil  Continue reading Kematian dekat saja

Lamaran Euy

Subhanallah… Hati ini berbunga-bunga, sungguh riang tak terkira… Semoga dimudahkan yaaa urusannya… Dikau yang akan menjalani itu, tapi aku yang tiap hari tak bisa berhenti tersenyum dan gembira sangat. Sangat… Sungguh sangat bahagia untukmu… Jika air mata ini tumpah, haru… Sungguh karena rasa bahagia yang rasanya meluap-luap memenuhi rongga dada… Tak sabar berjumpa denganmu dan menggenggam erat tanganmu… Semoga selalu dimudahkan urusanmu dan indah hendaknya jalan yang akan kau tempuh menuju ke sana, maupun kesudahannya… InsyaAllah barokah juga pada akhirnya, karena kutahu engkau sungguh sekuntum bunga indah yang layak bertaburkan benih iman pilihan..