Jangan Menyerah Saudariku

sumber :http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/jangan-menyerah-saudariku.html  Penulis: Ummu Ziyad Muroja’ah: Ustadz Subhan Khadafi, Lc. Pusing! itulah yang ada di kepala Ida (bukan nama sebenarnya). Sepertinya ‘tuntutan hidup’ mengharuskan dia bekerja, yang itu berarti dia harus bercampur baur dengan para pria. Ya Allah, kuatkanlah imannya dan berikan sifat istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada-Mu. Aamiin. Sebuah tuntutan dari orang yang telah membiayai pendidikan (kuliah), baik itu Continue reading Jangan Menyerah Saudariku

Mak Comblang

Jadi mak comblang ternyata susah… setiap kali gagal, sedihnya juga gak karuan. Begitupun dalam menjalani prosesnya… bawaan deg deg an terus Apalagi kalau disertai harapan2 tinggi, terlalu berharap bahwa 2 insan adalah berjodoh… yah, mak comblang juga manusia… @nyoret-nyoret ga jelas habis 6 jam aanwijzing

10 hari tanpa hafidz

Awalnya bundo pikir sudah terlalu berat untuk berhenti menjadi ibu eksklusif 2 bulan penuh untuk kemudian ‘back to office’ dan harus berpisah 11 jam per hari dengan Hafidz, sayang… Kemudian ternyata bundo harus meninggalkan dedek 10 hari non-stop…  dan jauuh Saat diberi tahu terus terang perlu waktu lama buat bundo untuk mencerna dan menerimanya. Bagaimanapun menjadi ibu dan berkarir adalah sebuah pilihan yang tak terelakkan untuk bundo saat ini… tak ada pilihan lain… Maafkan bundo, Hafidz… bundo bakal kangen luar biasa… Dan bundo akan kehilangan momen-momen berharga itu untuk sementara waktu… semua momen-momen indah bersama hafidz kecil bundo. Menemani mandi, menyusui, memeluk, menatap wajah mungil Hafidz, mendengar celotehan lucu Hafidz, dan segala obrolan yang hanya dipahami oleh kita berdua.. Dan bundo bersusah payah menata hati agar tidak terlalu melankolis, berusaha berfikir sepositif mungkin dan seceria mungkin menghadapinya. Bukankah perpisahan itu hanya sementara…. Dan di sisi lain bundo harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalanan ini. Menyiapkan fisik, mental, jiwa dan tentu juga harus BELAJAR … karena toh ke sana bukan untuk jalan-jalan… (duh, tadi malam bukannya belajar malah nangis2 ..) dan pesawatnya berangkat sebentar lagi… Rasanya seperti simalakama… Hafidz sayang, bundo belum mampu membayangkan bagaimana mendamaikan rindu pada Hafidz, walau ‘hanya’ 10 hari tak bersua

Kabar dari Hafidz

      Alhamdulillah Hafidz sekarang udah 2.5 bulan dan bundo baru sekarang sempat apdet perkembangan Hafidz di blog. Cerita perkembangan Hafidz cukup ndo tulis di blog sini aja ya nak, repot kalau harus bikin blog khusus. Lagipula ndo akhir-akhir ini ga punya banyak waktu luang di kantor, di rumah pun bundo lebih tertarik main ama Hafidz ketimbang menulis hehe.. Hafidz teh bener-bener obat hati Bundo dan Abah , nak… Hafidz sekarang sudah jauh lebih interaktif dibanding ketika berumur 1-bulan-an. Bundo kaget banget ketika dedek tiba-tiba nyengir jauh lebih lama dari biasanya dan sudah biasa diajak ‘ngobrol’. Waktu tidur dedek juga sekarang udah mulai niruin ‘orang gede’, ga suka-suka kayak dulu lagi. Hmm biar enak dibaca, ndo list aja ya perubahan-perubahan dedek semenjak berumur 2 bulan :

  1.  Berat badan Hafidz udah nyaris 7 kg nak… Terus terang bundo kadang-kadang kewalahan kalau gendong dedek lama-lama, jadinya suka bundo taruh di baby bouncer. Tapi ga’ lama-lama juga karena kuatir mempengaruhi bentuk tulang punggung Hafidz.
  2. Waktu tidur Hafidz sekarang lebih teratur. Kalaupun bangun tiap jam tengah malam sekedar untuk menyusu trus tidur lagi. Dulu waktu usia 1-bulan-an dedek sempat semingguan suka begadang sampai pagi. Bundo jadi sedih dan kuatir takut dedek kelelahan, soalnya siangpun ga suka tidur. Ternyata kata dr kayaknya dedek kepanasan dan pengen tidur telungkup. Jakarta memang cukup panas meskipun udah dipasangin AC. Maafin bundo dan Abah ya, yang belum mengerti dedek.
  3. Dedek sekarang jauuuuh lebih interaktif ya nak, senang nyengir dan ketawa-ketawa. Bahkan suka pura-pura ngobrol sama Abah, Bundo dan Ibu. Adalah momen yang sangat membahagiakan setiap kali ’ngobrol’ ama dedek. Mengamati ekspresi wajah dedek yang antusias, mata bundar dedek yang berbinar-binar, senyum dedek yang manis dan lesung pipi di kiri kanan yang menawan. Senang sekali mendengarkan suara-suara yang dedek ciptakan sendiri. Hgiyyaaa… aaoooo…. haayyiiiii…iiiiaaaaooo… dan mulut dedek yang kadang nyengir, membulat, tertawa…. Memang Abah dan Bundo sama sekali tak paham artinya apa. Satu yang kami paham bahwa hafidz sedang nyaman dan bahagia, dan kami jadi beribu-ribu kali bahagia. Ah sungguh Nak, bahagia itu tak usah diberi nama.
  4. Suara tangis Hafidz sekarang makin beragam. Kami jadi mulai bisa membedakan antara tangis haus lapar, tidak nyaman, bosan, kaget dan ingin menyusu untuk penghantar tidur
  5. Teriakan Hafidz juga makin kencang ketika mengekspresikan rasa tertarik terhadap sesuatu
  6. Tendangan Hafidz makin kuat dan tinggi
  7. Tegaknya kepala Hafidz makin kuat ketika tengkurap
  8. Dedek ga pernah lagi tertidur di bahu bundo/abah, lebih suka tidur sambil menyusu atau dipeluk-peluk. Tapi favorit Hafidz adalah diayun-ayun Abah di gendongan kain
  9. Yang jelas Hafidz makin bulat badannya. Jadi bundo seringnya beliin baju untuk anak umur 6 bulan sampai 1 tahun. Celana/baju nya biasanya muat di badan tapi kepanjangan he he he

Itu dulu kayaknya yang bisa bundo apdet di segmen diary hafidz. Mungkin setelah bundo kembali dari dinas 10 hari-an, ada perkembangan baru lagi. Hati-hati di rumah ya de…