Prata egg

Jujur saja, aku sempat GR luar biasa dan mulai membayangkan yang ‘tidak-tidak’ saat kemudian timku hendak ditugaskan ke temasek bertemu dgn beberapa pihak di sana dalam pembicaraan yang berhubungan dengan hardware-hardware an…

GR berats, secara sampai detik-detik terakhir aku masih terlibat dalam pembahasan2 dan persiapan. Dan kemudian ternyata aku sendiri yang ga jadi ikut hiks hiks hiks… Yah, siapa yang mau ambil risiko mengajak terbang ibu hamil dengan usia kandungan lebih dari 7 bulan.. Hal yang tidak-tidak tersebut benar2 kemudian menjadi mimpi yang tak kesampaian. Baiklah aku share di sini saja, setidak-tidaknya rindu itu sedikit terobati : 1. Parata Egg kantin A..Sempat berhari-hari kebayang2 ga karuan. Makanan yang dulu nyaris jadi menu wajib tiap pagi, sebelum ngehook tempat di Lee we nam library (jaman kiasu). 80 sen per porsi.. sedapnyooo..  ga kenyang seeh.. tapi tergila2 berat ama menu indihe satu ini..2. Tandoory chicken Jurong West Tandoory chicken itu sejenis ayam bakar ala india yang dimakan ama kareee. Walau di kantin A NTU juga ada, namun favoritku adalah yang di Jurong west, sebrangnya hall 4 NTU. Dulu suka nangkring disini ama dieni, ratih dkk. Bahkan pernah bela-belain jalan dari hall 13 ke sini (mayan jauh). Aksesnya dari hall 4, nyebrang jembatan trus ke howker center yang di emper2 situh. Haduuuuuh Tandoory chicken nyaaaaa…. luar biasa!!! kenyaaang…! Apalagi ditambah dengan papedam (sejenis krupuk indihe), dimakan dengan kareee nya. Dunia terasa milik berdua (berdua sang ayam hehehe). Duh kangen berat deh.. bener-bener… 3. Rojak Indihe Kantin A Rojak ieu teh sejenis sea food – sea food – an yang diolah dalam bentuk baso-basoan. Dulu sih ga gitu perhatian ama makanan yang satu ini. Sekali-sekali aja nyobain kalau lagi iseng sore-sore. Tapi ga tahu kok seiring dengan kerinduan pada prata egg dan tandoory chicken, rojak ini juga menari-nari di depan mata. Tapi aku ga gitu suka saosnya, jadi teteup aja makannya pake kari. Lama2 jadi mikir. Sebenernya kangen makanan indianya apa kangen karinya ya? Kok ya jadi kari oriented gini 😛 4. Banmian Jurong point Aku ga nemu gambar makanan ini di internet. Yang jelas ini teh sejenis sup-sup an. Dulu kita menggemari ini karena yang paling murah (3SGD) dan porsinya paling gede dibanding makanan2 lain di banquet Jurong point. Tapi lama-lama kecanduan. Cuma paling ga kuat kalau makan Banmian ama ratih. Ga kuat liat Ratih dengan manisnya menumpahkan satu kilogram merica ke dalam banmian, dan memakannya dengan nikmat (ini hiperbolis looh!!). Inget banmian inget ratih. Inget ratih? inget banmian hehehe.. Yang paling aku sukai dari banmian adalah terinya :). Nikmaaaaaaat… 5.  Yong Tau Fu Dry, ala Banquet Raffless Hospital Nah ya, kalau ini salah satu rahasia terselubungku. Rasanya ga banyak yang tahu kalau aku suka diam-diam naik MRT sendirian trus nyangkut di bugis dengan alasan pengen nyari jilbab di Arab street. Padahal, tujuan utamanya Banquet Raffless hospital, trus nangkring di sana bersama sepiring Yong Tau Fu Dry dan Green Tea. Duuh, indahnya. Walau di Banquet Jurong Point juga ada, cuma rasanya yang di Raffless Hospital jauh lebih nikmat. Entah kenapa. Apa karena ada perasaan habis itu bisa nyasar2 di area sekitar mesjid Sultan yang dipenuhi oleh penjual2 jilbab. 6. Chicken Rice Sambal Nah yaa.. kalau ini memang makanan khas Singapura.Dulu di jurong point ada stall favorit tapi ga tahu kenapa tutup trus berubah jadi stall japanese food. Chicken rice adalah makanan wajib yang layak dirindukan. Tapi dari bermacam2 cita rasa yang ditawarkan, misalnya teriyaki, mango, dst dst, aku cuma suka yang sambal :D. Suka terpesona ngeliat Dita seneng banget makan Chicken Rice mango. Kok bisaa gitu ya, makan nasi ayam pake saos mangga.. hehehe. O iya chicken rice favoritku adalah di hawker center deket MRT Bukit Batok. Nyam.. nyam.. sambelnya mak nyus.. 7. Mee Siam Mee siam itu sejenis Mee Rebus nya Singapura. Saya suka sensasi asam2 di lidah dan kuahnya yang kental :D. Dalam preferensi makanan, aku memang prefer makanan asin, atau pedes atau asem daripada yang manis-manis. Seporsi mee siam di banquet depan IRAS (Novena Square) kalau ga salah 3 SGD, dan biasanya aku tak sanggup menghabiskannya.  Hmm.. nyam nyam.. kapan ya bisa rasain lagi 😀 Demikian sekilas info. Duh, ga penting banget yak :P. Maklumin aja yak, namanya juga hamil 7 bulan :P, suka ngebayangin yang susah susah dijangkau 😛

[Resensi] Rahasia Meede


Category: Books
Genre: History

Tak banyak buku fiksi yang membuat saya begitu terpukau dan tak ingin melepaskannya sampai lembar terakhir. Buku ini salah satunya. Sebuah thriller dengan penggabungan antara Fakta-fakta Sejarah dengan imajinasi yang sangat rumit, cerdas dan detil. Saya kagum membayangkan kerja keras, kesungguhan, waktu yang panjang serta modal yang tentunya tidak sedikit untuk sebuah riset yang serius, demi menghadirkan karya ini ke hadapan pembaca. E.s Ito dengan indah berhasil menghadirkan fakta-fakta sejarah perjuangan Indonesia dari abad ke 17 (terlepas dari berapa persentase kebenaran hasil risetnya), dengan deskripsi detil yang mestinya menantang para ahli sejarah untuk menguji kebenarannya. Saya merasa belajar sejarah bangsa dengan senang hati. Di buku ini kita juga dikenalkan kepada keindahan dan eksotisnya kebudayaan Nusantara mulai dari Nias, mentawai, jawa, Makasar, Banda bahkan sampai Irian (Berapa banyak karya yang mengangkat tentang budaya Nusantara?). Di sini kita juga akan lebih menghargai eksistensi Kota tua Jakarta dan daerah-daerah yang nyaris terlupakan. Hal-hal itu dikawinkan dengan intrik thriller yang manis dan memukau. Saya terpesona… Saya selalu berfikir bahwa orang yang sungguh-sungguh dalam berkarya berhak mendapat apresiasi yang luar biasa. Saya rasa E.S Ito harus termasuk diantaranya.

karate kid inside

Menakjubkan… Merasakan a karate kid inside. Lagi aktif-aktifnya tendang sana sini. Lagi aktif-aktifnya ngetok-ngetok dan nggelitikin dinding-dinding sekitarnya. Lagi seru-serunya pamer-pamer gerakan kalau sedang diajak bicara. Karate kid yang ini agak pemalu, tiba-tiba narik kedua tangannya ke wajah saat diintip lewat USG. Malu katanya diliatin.. hehehe Sehat-sehat ya, karate kid…