[Cluster 14] De Javu

├é┬áDesember 2005 Malam merayap menjemput hari. Tak ada sinar bulan keperakan memantul mantul di Singapore river seperti di cerita2 fiksi. Yang ada hanyalah lampu lampu kota menyala benderang dengan angkuh. Terkesan bangga akan cantiknya yang semu. Seakan lupa bahwa sinar bulan tetap tak terkalahkan. Cantiknya alami. Walau tak terlihat namun semua tahu bahwa ia ada. Walau tak mencolok namun semua tahu bahwa indahnya abadi. Menawan. Carilah sinarnya di desa bukan di kota ini. Lalu kesederhaan yang memukau itu akan memenjarakan hatimu untuk betah berlama lama membersamainya [it’s not about the money] 5,5 tahun belakangan ini dia selalu kesini kala Continue reading [Cluster 14] De Javu

[Jurnal Hamil] InsyaAllah, a baby boy

Banyak sekali yang ingin diceritakan sehubungan dengan topik jurnal kehamilan. Namun coba ditulis dulu sebisanya yah ^_^ Menjelang akhir trimester ke-2 (saat ini alhamdulillah sudah melewati minggu ke-24) begitu banyak hal-hal menakjubkan yang aku rasakan : 1. Muntah dan mual sudah jauuuuuuh berkurang. Seperti teori di buku-buku, trimester ke-2 memang saat dimana ibu hamil begitu menikmati dunianya :). Sesekali masih muntah, jika Continue reading [Jurnal Hamil] InsyaAllah, a baby boy

[Cluster 13] Memandang Bulan

Lalu berceritalah ia. Cerita yang membuat sedih dan hati teriris-iris. Mengapa dakwah sampai melukai?, tak bisakah disampaikan dengan cara yang lebih ahsan. Uff cinta, ya orang memaknainya dengan cara yang berbeda beda. Mengerutkan kening di sini, termenung, terdiam dan kadang tertawa bersama demi menghiburnya entah menertawakan apa. Jumpa dengannya dua bulan lalu di tengah hiruk pikuk Jakarta di sebuah kompetisi duniawi yang cukup melelahkan. Kecil, mungil, manis, namun cerdas dan berwawasan luas. Cuma beberapa bulan lebih muda dariku namun begitu bersemangat memanggilku ‘kakak!’ baik di sana maupun dari jarak sejauh ini (‘Bermutu’ banget yak aye, bertampang tue.. hehe). Sedang bersemangat mengkaji dan menghubungkan segala sesuatunya dengan agamanya. Kecintaan yang tumbuh terlambat katanya. Tak ada yang terlambat kataku, bahkan mungkin kita tak bisa mendefinisikan kata itu untuk saat ini. Lalu disanalah ia, tercabik di tengah-tengah gelora semangatnya. Untuk suatu muatan yang Continue reading [Cluster 13] Memandang Bulan