Pandangan mata @ PestaBlogger 2007

Jika 28 Oktober (1928) ditetapkan sebagai hari Sumpah Pemuda dimana berkumpulnya para Jong dari Seluruh Indonesia untuk mengaku bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu, Indonesia, maka masuk akal juga jika kemudian 27 Oktober (2007) ditetapkan sebagai hari “Sumpah Blogger” Indonesia, menggubah Enda Nasution dalam sambutannya di acara Pesta Blogger di Blitz Megaplex Jakarta Tempo hari : 

Hampir delapan puluh tahun kemudian, sebuah generasi baru kini pun tengah berjumpa.Berkumpul, duduk, bertatap muka dan berjanji untuk saling mengunjungi blog dan bertukar link kalau tidak lupa. :) Sebuah hari yang istimewa, sebuah suara baru yang dibawa. 

Lengkapnya sila baca di sini (http://enda.goblogmedia.com/sambutan-pesta-blogger-2007.html) Tapi, kayaknya kemarin gak ada yang disumpah deh, hehe.. maksa dikit gpp toh? :P. Demikianlah, akhirnya Mr.Nuh (Menkominfo)) menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai “Hari Blogger Nasional” dan menantang para Blogger untuk menciptakan lagu bagi blogger Indonesia (mungkin ga mau kalah ama Sumpah Pemuda 1928) Saat  ini pasti beratus-ratus blogger yang datang kemarin akan menuliskan laporan pandangan mata, tapi masih boleh dong ikut laporan dari sudut pandangku

  1. Me (and the baby inside) mencapai Blitz pukul 10 lewat. Terlalu telat karena berkali-kali ditolak ama supir taksi. Terlalu deket katanyah. Thanks to Bluebird sebagai satu-satunya taksi yang tidak pernah menolak penumpang
  2. Nyampe sana agak kebingungan memasuki bioskop yang telah penuh sesak dan “knows nobody” hahaha, sejak tahun 2004 tingkat kegaulanku di dunia maya memang menurun drastis. Berdasarkan laporan MC saat itu ruangan telah dipadati hampir 500 orang
  3. Karena malu telat dan ga tahu mau duduk di mana, akhirnya dengan PD nya duduk di bangku yang ada tulisan “RESERVED”
  4. Sambutan dari Mr.Enda Nasution, lengkapnya baca di sini(http://enda.goblogmedia.com/sambutan-pesta-blogger-2007.html) yang cukup ‘berisi’
  5. Pun sambutan dari Menkominfo yang cukup bersemangat dan terasa berjiwa muda, dan penetapan tgl 27 Oktober sebagai “Hari Blogger Indonesia”
  6. Acara dihadiri oleh blogger personal dan perwakilan berbagai jenis komunitas blog, bahkan banyak juga yang jauh-jauh datang dari luar daerah
  7. Ada blogger dari Poso yang mengaku kedatangannya ke Jakarta dibiayai dari urunan rekan-rekannya yang juga sangat antusias dengan acara ini. Beliau mengaku belum memikirkan tentang ongkos pulang ke Poso (kejujuran yang harus dihargai). Alhamdulillah one of the sponsor kemudian menyatakan akan membiayai
  8. Selain MC, acara dibawakan dengan menarik oleh Wimar Witoelar, dengan celetukan-celetukan khasnya
  9. Hadir juga Nila Tanzil yang menceritakan pengalaman nge-blognya sehingga menuai protes dari departemen Pariwisata Malaysia
  10. Sampai akhir acara tidak ada definisi yang jelas tentang “Suara Baru Indonesia”, karena definisi hal tersebut kemudian dikembalikan kepada peserta.
  11. Lunch Time, aku sms mbak kosi (http://peduli.multiply.com/) buat janjian sholat Zuhur. Karena pintu masuk ‘prayer room’ persis menghadap orang yang lagi sholat dan ruangan agak penuh, akhirnya kita sholat di ruangan kosong di belakang ‘prayer room’.
  12. Untung ada mbak Kosi, jadi gak culun sendirian hehehe. Ketemu mbak Ira (prajuritkecil.multiply.com), mbak Ummu (http://muslimahcorner.blogspot.com/) yang ramenya gak nahan 😀 dan beberapa temen baru.
  13. Aku dan mbak Kosi nyaris kehabisan makan siang. Tapi alhamdulillah masih ada nasi dan sisa-sisa sayur 😀
  14. Setelah sesi tausiyah dari mbak Kosi (syukron ya mbak :D), aku ikutan sesi ‘Personal Blog’ with Nila Tanzil dkk dan mendengar beberapa pengalaman menarik dari para blogger. Mulai dari yang tulisannnya dijadiin buku, dipecat karena tulisannya, sampai kisah mbak Kosi yang berhasil menggalang dana cukup besar buat kaum Dhuafa lewat blog.
  15. Aku sempat melambaikan tangan ke mbak Lita Mariana, dan senang sekali melihat wajah bingungnya (hehehehe), secara belum pernah ketemu selama ini
  16. Yons Revolta mengaku melihatku melintas namun tidak menegur (ini kesalahan yang susah dimaafkan nih!)
  17. Di mana-mana melihat masyarakat maverick yang selalu tersenyum ramah (ya nggak mbak Kosi ^_^)
  18. Sempat bersedih gak dapet kaos (padahal undangan), namun tertolong dengan kebaikan hati seorang mbak cantik dari maverick yang mencarikan pin dan kaos buat aku. Thaks ya mbak :D.
  19. 8 Blogger terpilih sebagai pemenang masing-masing untuk kategori on line marketing blog, personal blog, women’s issue, celebrities blog, current issue, blog technology, bridge blog, dan pendatang baru terbaik
  20. Untuk kategori pendayang baru terbaik, kirain yang bakal menang adalah http://www.strategimanajemen.net/. Blog nya cukup menarik dan informatif, mungkin para pemilih punya pertimbangan lain kali ya 😀
  21. Berikut para pemenang (Please CMIIW) :
    1. Bridge Bloging : http://enda.goblogmedia.com/
    2. Celebrity Blog : http://www.jennieforindonesia.com/
    3. Current Issues  : http://www.perspektif.net/
    4. On line marketing blog : http://media-ide.bajingloncat.com/
    5. Pendatang Baru Terbaik : http://lidyawangsa.wordpress.com/
    6. Personal blog  : http://www.istribawel.com/
    7. Technology : www.ilmukomputer.com
    8. women’s issue : http://www.fashionesedaily.com/blog/
  22. yang ikutan Voting kayaknya cukup sedikit, kalau gak salah tertinggi cuma mendapatkan sekitar 40an click, padahal pengunjung mencapai 500 orang (hanya 10 persen), mungkin pada lupa Voting
  23. Blognya Enda Nasution terpilih sebagai ‘Best of the Best’ dan mendapat hadiah Laptop sesuai janji Menkominfo, namun beliau menghibahkannya kepada peraih click di bawahnya, yaitu  http://media-ide.bajingloncat.com/ 
  24. Aku sempat berfikir, kenapa tidak ada untuk kategori ‘Pendidikan atau Ilmu Pengetahuan’ ya? Apa memang blogger Indonesia tidak ada yang memiliki blog spesifik ke arah itu?
  25. Atau kategori ‘Kepedulian dan Sosial’, dengan blog-blog nominator seperti peduli.multiply.com yang cukup sukses jadi pendekar penggalangan dana untuk kaum Dhuafa
  26. Di ujung acara dibagikan doorprize berupa 3 buah windows Vista, 2 buah Nokia N95 dan 1 buah Blackberry untuk pengunjung di counter salah satu sponsor
  27. Beberapa Foto bisa dilihat di : http://www.flickr.com/photos/tya/sets/72157602741649769/ http://www.flickr.com/photos/vikingkarwur/sets/72157602747865696/
  28. Kameraku ternyata tak mampu menghasilkan gambar di dalam ruangan hiks hiks hiks. Tapi beberapa jepretan alakadar akan ditaruh di unisa99.multiply.com

Demikian sekilas info, kalau ada tambahan ntar ditambahin lagi. Semoga blogger Indonesia semakin bersemangat mengahsilkan tulisan-tulisan yang mencerahkan (menyindir diri sendiri). Congrats buat panitia yang mampu menghasilkan event besar yang cukup sukses, dengan sponsor-sponsor hebat dalam waktu yang tidak terlalu lama 

Hidup Blogger Indonesia

Going to PestaBlogger

Besok insyaAllah mau ikutan datang di acara pestaBlogger di Blitz Megaplex, Grand Indonesia. Alhamdulillah jaraknya cuma sepeminuman teh dari kampung awak, jadi tidak terlalu memikirkan masalah ‘lama di jalan’. Dari komunitas muslimblog insyaAllah akan dihadiri oleh oleh Agushery, Yons Revolta, Iqbal,Donny Reza, Dhika, Kosi, Me dan Maya. Yons revolta nih jauh-jauh dari Purwokerta, sedangkan Mr Donny Reza juga datang jauh dari Bandung. Aku rasa juga masih ada muslimbloggers lain yang datang atas nama individu atau overlapping dengan komunitas lain. Salut buat pak Jonru yang blognya masuk nominator sebagai salah satu Blog favorit kategori Online and Marketing Sales, serta pak Romi yang masuk nominator celebrity Blog (sumber:http://www.bubu.com/pestablogger/blogContest.php). See you there 😉

Oh Malaysia

Saya mendapat banner berikut ini dari milis-milis, agak provokatif memang. Cuma gemes juga lama-lama membaca dan mendengar pemberitaan di mana-mana tentang diakuinya banyak sekali kekayaan budaya kita (yang benar-benar keren) sebagai milik bangsa tetangge kite ntuh. Waktu tadi malam di TV dikabarkan lagi bahwa lagu Jali-jali juga diclaim sebagai miliknya Malaysia, saya bengong berat. Bukannya ada kata-kata Betawi yah di dalam lirik lagu ituh?  Ealaaah.. ternyata lirik “Betawi”nya diganti jadi “Langkawi”. Weleh… weleh.. kreatip banget yak. Saya jadi berfikir-fikir, jangan-jangan lagu “Es Lilin” juga sebentar lagi diclaim sebagai miliknya Malaysia, karena di sebuah VCD lagu-lagu melayu Siti Nurhaliza yang saya beli beberapa tahun silam, nyelip lagu “Es Lilin”. Memang sih budaya melayu sangat mungkin rada-rada overlapping dengan Malaysia karena beberapa bagian di pulau Nusantara juga berbudaya Melayu dengan bahasa dan lagu-lagu kenangan yang mirip. Tapi sebatas lagu-lagu kenangan aja masih bisa kali yeeee, bisa sama. Kalau lagu daerah?  “Es lilin”? kan jauh banget, jelas-jelas itu lagu daerah Sunda.  Yah semoga tidak lah, cukup sampai “Jali-jali”Lagu “Rasa Sayange” yang kental banget nuansa Ambon-nya  dan “Jali-jali” yang ada kata-kata Betawinye, gampang aja diakui sebagai milik nye die orang.. Bisa-bisa lagu “Kampuang nan jauah di mato” mau diubah juga nih jadi “Penang nan jauah di mato”  Jadi pingin tahu apa yang akan dilakukan oleh bangsa kite, dan bagaimana sebenernya masalah ini ditinjau dari segi hukum. *Gemes plus pengen tahu mode* 

Perlukah Upgrade WordPress?

Dear para Blogger, terutama pencinta wordpress, hasrat hati ingin bertanya.. Perlukah mengupgrade wordpress ke versi terbaru saat ini (2.3)? Pertanyaan ini didasari oleh 2 hal : 1. Penasaran. Memangnya kelebihannya apa? kok beberapa kali nemu blogger yang bermasalah saat upgrade ke versi 2.3. Ada yang bilang verwi ini tak bisa mengenali wp_categories lah, bla bla bla… Malas mikir 2. Malas upgrade kalau gak ada yang mengompori. Malas backup database, malas backup wp, malas upgrade.. Duh heran, kok aku pemalas banget ya akhir-akhir ini, padahal ginian juga gak makan waktu lama…Kok intinya : males.. *duh*Ya sudee… ditunggu masukannya…

Kangen I’tikaf

Mesjid al Falah, Orchard, Singapura… Mungkin akan menjadi mesjid yang selalu aku rindukan. Sholat di sana. Nyaman. Suasana Orchard Road yang mewah meriah, terkadang terlalu gemerlap di saat-saat tertentu seakan sirna begitu memasuki mesjid. Apalagi ketika fisik, jiwa tersentuh air wudhunya. Nikmatnya. Sejuknya. Nyamannya.  Kemudian melangkahkan kaki, jiwa raga ke lantai dua. Menghadap Allah. Allahu akbar. Bersujud di rumahMu. Nikmat sangat… Apalagi Ramadhan.  Mulai dari menunggu saat berbuka. Makan bersama di nampan. Satu nampan berempat atau berlima. Menunya sederhana saja. Paling sering roti dan kari. Atau nasi Briyani dengan lauk seadanya. Bubur dagingnya yang istimewa, disukai banyak orang. Nikmat sangat. Juga wajah-wajah ramah yang menyambut kedatangan kita. Pun wajah-wajah yang menyantap hidangan alakadarnya. Taraweh di sana. Suara imam, sang hafidz yang ditelingaku seperti perpaduan antara Syaikh Sa’ad Al Ghomidy dengan Mishari Rasyid Efassy. Luar biasa. Menyentuh sampai ke kalbu. Menembus relung-relung jiwa. Meneteskan air mata malu di depan Sang pencipta. Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan. ” Dan nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang dapat engkau dustakan” Nikmat Sehat yaa Qowi Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat waktu luang yaa Muhshi Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat masa muda yaa Jalil Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat keindahan yaa Badii’ Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat ilmu yaa Aliim Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat rezeki yaa Ghani’ Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat mendengar yaa Samii’ Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat melihat yaa Bashir Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat iman yaa Allah ah, kami malu padaMu Allah..  I’tikaf di sana. Malam-malam yang hening. Peserta akhwat yang biasanya jarang mencapai belasan. Dengan beberapa muslimah bercadar. Aku paham bahwa Rasulullah mengatakan Sholat paling baik bagi wanita adalah di kamarnya, namun rasanya rindu begitu menyesak jika beitu lama tidak bersua mesjid ini. Ah, jiwa raga. Rasanya terbasuh air sejuk luar biasa. Betapa lama waktu tersia-sia. betapa sedikit waktu mengingatNya. Mesjid BI. Merenung aku kemarin malam di tangganya. Sehabis magrib. Mengamati pengunjung lalu lalang. Mesjid yang indah, megah. Namun begitu kotor saat ramadhan tiba, terutama saat berbuka puasa. Niat mulia pengurus mesjid membagikan puluhan makanan gratis setiap harinya seperti tidak dihargai pengunjung melihat ruang basement yang dalam sekejap menjadi luar biasa bau dan kotornya. Entahlah… Syukurlah ruangan lantai 2 tidak tersentuh makanan walau sedikit… Masih ada sedikit ruang sejuk. Ramadhan kali ini memang jauh berbeda

Beda Aktifis dengan AitiFis?

Ngomong-ngomong soal aktifis, aktifis apa dulu nih? Aktifis da’wah? waah, kayaknya untuk saat ini aku sudah jauh banget dengan dunia yang satu ini. Kalaupun ada kegiatan-kegiatan ruhiyah yang sedang giat aku lakukan, biasanya lebih kepada untuk peningkatan  kualitas diri pribadi (kangen banget ama kajian fiqh online di Paltalk tiap minggu pagi, terutama dengan ust Abu Ihsan Al Atshari) . Entah kenapa, kok susah banget menyesuaikan diri dengan ‘ritme’ so called “gaya da’wah” di Jakarta. Bukan aku banget.. Have been trying to get into it, tapi ternyata ga masuk-masuk juga. Entah salahnya di mana. Continue reading Beda Aktifis dengan AitiFis?