Blogger Gelar Temu Nasional Pertama

Ada berita yang sangat menarik nih, di website pestablogger… http://pestablogger.com/2007/09/27/blogger-gelar-temu-nasional-pertama/

Kutipan : “Sudah saatnya para blogger Indonesia bertemu. Kita punya blogger Indonesia, tapi kok tidak pernah kelihatan wujudnya,” kata Enda.

Pesta Blogger 2007 ini mengusung tema “Suara Baru Indonesia”. Pesta ini akan menjadi ajang diskusi bagi para blogger untuk menciptakan iklim nge-blog yang positif.

Para blogger akan mendiskusikan kondisi blog saat ini, potensi yang dapat dimanfaatkan di masa depan, dan membahas rencana untuk membuat panduan bagi para blogger Indonesia.

Kelihatanya Suangaaaat menarik… Sangat ingin tahu bagaimana tindak lanjutnya, apalagi melibatkan blogger-blogger besar Indonesia ^_^. Memang mestinya ada sesuatu yang bermanfaat yang bisa dilakukan bersama dengan memanfaatkan beragam potensi-potensi yang dimiliki oleh para aktivis blog ini. Aku, menunggu sesuatu yang keren untuk Indonesia ^_^

[Jurnal Hamil] week 14 : pertumbuhan 4 kali lipat

Jumat kemarin (21 Sept 07) kita periksa kehamilan lagi sesuai jadwal yang diberikan dokter (4 minggu sekali). Untungnya sebelum ke RS sempat nelpon dulu dan ternyata jadwal dokter yang biasanya jam 5-8 malam diubah menjadi jam 4-6 malam. Jadinya agak kelimpungan juga karena waktu nelpon itu udah jam 5 dan baru selesai rapat. Walau dari sini ke RS terbilang dekat namun aku yakin banget akan terjebak macet parah di daerah Sabang. Dan benar saja…. nyaris 20 menit kena macet cet di Sabang. Deg-deg an juga takut dokternya keburu pulang. Alhamdulillah nyampe sana jam 6 kurang 15, pas banget berikutnya giliranku. My Zaujiy untuk pertama kalinya ga ikut menemani karena perubahan jadwal itu diluar dugaan. Namun begitu mendengar aku langsung berangkat ke RS dia juga ngebut ke RS dari kantornya nun di Jakarta utara (ngebut naik ojek). Tapi tetep aja gak kekejar. Nyampe di RS aku udah keluar ruangan. Waktu asisten dokter mbukain pintu, hal pertama yang dia ucapkan adalah: “Mbak lagi hamil?” sambil menatapku dari atas ke bawah. Waduh, penampilan gak meyakinkan hehehe. Memang sih semenjak hamil berat badannya justru terus terun, atau mungkin karena postur tubuh yang ‘tidak kecil’ jadi hamil gak hamil keliatan gak berbeda kali ya? Benar saja, saat ditimbang beratnya cenderung turun lagi. Padahal rasanya sejak minggu ke-13 nafsu makannya udah mulai datang. Aku mulai deg-deg an saat di USG, penasaran! Sudah sebesar apa ya? Menurut teori-teori yang aku baca maupun film tentang kehamilan, antara bulan ke-3 dan bulan ke-4 terjadi pertumbuhan yang significant (yaitu 4 kali lipat). Dan ternyata benar saja. Subahanallah, dedek sekarang panjangnya sudah 82mm, sedangkan 4 minggu yang lalu masih 22mm (nyaris 4 kali lipat). Aku takjub sekali, padahal rasanya selama minggu ini tidak bisa makan begitu baik (maafin ya dek). Seperti biasa mataku mulai memanas begitu mengikuti gambarnya di layar USG. Subhanallah!bulan lalu masih begitu kecil, hanya terlihat seperti segumpal daging dengan tonjolan2 bakal tangan, kaki serta jantung yang tak henti berdenyut. Tapi hari ini dedek sudah terlihat seperti bayi mungil. Bentuk kepalanya sudah terlihat cukup jelas, bahkan ada tangan dan kaki walau kecil-kecil sekali. Beneran sudah seperti bayi. Di film tentang janin dijelaskan bahwa ini adalah saatnya dedek berenang-renang dengan bebasnya di lautan ketuban ibunya karena ukuran badannya yang masih begitu kecil. Dan benar memang, setiap kali terlihat gerakan-gerakan aktif berputar ke kiri dan ke kanan dengan denyut jantung yang terlihat jelas. Haduh, dada rasanya sesak sekali. Waktu dokternya menjelaskan aku juga tak bisa berkomentar, saking takjubnya. Dan menurut teori mulai minggu ini pertumbuhannya akan makin cepat (hitungan cm, tidak lagi mm) Betapa dalam 4 minggu Allah menghadirkan pertumbuhan yang begitu menakjubkan. Dokter muslimah itu rupanya mengerti perasaanku “Akan semakin takjub lagi bahwa setelah sembilan bulan beratnya akan menjadi sekitar 3kg dan panjangnya di atas 40cm”. Subhanallah, proses yang menakjubkan sedang terjadi bersama setiap detik nafasku. Begitu mendebarkan. Semoga kita selalu dapat megambil hikmah menakjubkan dari setiap kejadian dengan selalu mempertebal rasa syukur terhadap nikmat yang Allah berikan. Doakan semoga kita sehat-sehat selalu ya…

Sahabatan ala Lelaki

Selama ini aku kira yang bisa romantis-romantisan ama sahabatnya ya cuma wanita. Yang paling luwes bilang “kangen” dst dst. Soalnya laki-laki kan sepertinya paling anti menunjukkan kedekatan-kedekatan seperti itu terhadap sesama sahabatnya. Namun ternyata aku salah. Cukup sering memang my husband cerita-cerita tentang sohib-sohib dekatnya, baik itu temen di kampus, maupun waktu ngeAsrama di SMA. Ada beberapa nama yang sering banget disebut-sebut. Dengan istilah-istilah yang akupun sering menggunakannya, seperti: “Rasanya deket banget seperti saudara kandung”, “Aku kuatir dia sekarang kondisinya gimana”, “andai ada yang bisa kulakukan untuk blablabla” dst dst. My husband mungkin termasuk tipe laki-laki yang lembut hati (apalagi dibandingkan dengan karakterku yang meledak-ledak, si dia mah sunda alus banget pilihan katanya, namun tegas). Bahkan kalaupun tersinggung dan marah berat dengan siapapun, sangat bagus memanajemen ucapan maupun tindakan (beda banget dengan akyu). Tapi tetep aja gak nyangka tengah malam tadi, ketika beliau ditelpon oleh salah satu sahabat karibnya dari SMA (yang katanya udah dekeeeeeeeeeeeeeeet buangets itu), aku mendengar kalimat berikut: “Ente kumaha kabarna, Urang teh sono sama ente” Yang artinya mungkin kira-kira begini: ente kabarnya gimana? saya kangen banget. Wataaaaaaaawww…  ternyata bahasa kangen tak hanya milik wanita

Do’a Berbuka Puasa

Sumber : Copy paste Hadits dha’if tentang doa berbuka puasa : Dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasannya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi was sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan, “Allahumma laka shumtu wa bika amantu …” (HR Abu Dawud no. 2358, Baihaqi 4/239 dan lainnya) Hadits tersebut di atas dikatakan mursal karena Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in bukan seorang sahabat, jadi ada sanadnya yang terputus antara sahabat dan tabi’in sehingga haditsnya dikategorikan dha’if. Sementara itu hadits yang hasan tentang doa berbuka puasa adalah sebagai berikut : Doa yang biasa diucapkan Rasulullah SAW ketika berbuka puasa, “DzaHabazh zhuma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah” yang artinya “Telah hilang rasa haus dan urat – urat telah basah serta pahala telah ditetapkan, insya Allah” (HR. Abu Dawud no. 2357, Ad Daraquthni III/1401 no. 2247, dan Al Hakim no. 1/422, hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Irwaa-ul Ghaliil no. 920) Referensi: 1. Al Masaa-il, Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darul Qalam, Jakarta, Cetakan Kedua, Tahun 2004 M. 2. Adab Harian Muslim Teladan, Abdul Hamid bin Abdurrahman As Suhaibani, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Januari 2005 M, hal. 184-185.

sakit ulu hati

Tadi malam jam setengah 3 tiba-tiba terbangun, bukan karena weker. Ada yang nyeri… Ternyata ulu hatinya sakit banget… perih Akhirnya malah jadi mengganggu roommate ku (afwan ya a…) Dan ujungnya ke kamar mandi, muntah-muntah Aku bingung, kenapa ya? Memang beberapa hari ini selalu sakit ulu hati sehabis makan. Katanya itu gejala maag. Masuk akal kalau maag, soalnya makannya memang suka-suka aja dan porsi yang sedikit (biar gak muntah).  Tapi kenapa sekarang sakit ulu hatinya tengah malam ya? Diikuti dengan muntah air. Muntah air ini lebih nyesek daripada muntah makanan padat, karena badan kita tetep bergejolak, dari rongga perut, dada sampai ke mulut dan memuntahkan air yang rasanya pahit. Diikuti dengan keringat di seluruh tubuh, lalu hilang tenaga. Moga2 gak apa-apa ya.. kasian dedek, soalnya umminya jadi tambah ga mau makan…

[Cluster 18] Rumah Tangga, Pembelajaran Tiada Akhir

Ini adalah tulisan dari aku, yang baru 4 bulan lebih beberapa hari belajar mengenal apa itu rumah tangga. Tentunya pengetahuan baru seujung kuku, pengalaman baru sepeminuman teh kalau dalam istilah dunia persilatan. Belum layak rasanya menyimpulkan apa-apa, namun bukan berarti juga tidak boleh menggoreskan sedikit makna, bukan?

Rumah tangga itu ternyata menakjubkan. Menakjubkan dari segala pernak perniknya. Suka dukanya. Awalnya, prosesnya dan setiap detiknya. Menakjubkan belajar mengenal sosok laki-laki yang nyaris pertama dalam hidup. Ayah juga laki-laki sih, namun hanya muncul samar-samar dalam ingatan usia 3 tahun. Uda kanduang juga laki-laki namun sudah diambil Allah saat aku belum muncul ke dunia. Adik juga laki-laki sih, namun dari dia SMP aku sudah meninggalkan rumah (ketemu setahun atau setengah tahun sekali tahu-tahu sudah jadi bujang gadang! Pangling!). Jadilah ibu, seorang wanita tulen, sosok yang paling dekat dengan hari-hari Menakjubkan perlahan mengenal sosok seorang laki-laki dan tertatih menyebutnya ‘kakak’ juga kegelian ketika lidahnya bengkok-bengkok membahasakan dirinya dari ‘ane’ menjadi ‘Aa’. Menakjubkan menyelami betapa ‘berbeda’nya dunia laki-laki. Mulai dari cara makan, cara bicara, cara mengerutkan kening, cara mengomentari sesuatu, cara berfikir, bahkan cara meletakkan handuk sehabis mandi ! Beda ! Perbedaan yang tidak selalunya bisa benar-benar ‘klop’. Namun tetap saja menambahkan satu rasa yang hebat setiap hari. Rasa sayang ! Tiba-tiba saja kita bisa menjelma memiliki keahlian banyak peran dengannya. Menjadi teman, menjadi partner diskusi, teman debat!, menjadi adik, menjadi ibu, menjadi sahabat sejati. Tiba-tiba saja proses pengenalan dan kedekatan itu membuat hidup kita penuh dengan kejutan setiap saat. Ada-ada saja hal baru yang kita pelajari darinya. Tentang dia, tentang diri kita. Kita tidak hanya menjadi tambah pintar mengenali dirinya tapi juga mengenali dan menyelami diri sendiri. Lihat! Luar biasa pembelajaran di dalamnya. Seperti tadi kukatakan. banyak perbedaan yang tidak selalunya bisa benar-benar ‘klop’. Namun tetap saja menambahkan satu rasa yang hebat setiap hari. Rasa sayang ! “Rabbi, mudahkanlah kami untuk mencintai dan dicintai” Rumah tangga itu ternyata menakjubkan. Menakjubkan dari segala pernak perniknya. Suka dukanya. Awalnya, prosesnya dan setiap detiknya. Saat ini ada lagi hal baru yang harus kupelajari. Tentang sebuah kehidupan baru yang sedang tumbuh dalam tubuh dan berbagi denyut jantung denganku. Duhai kamu yang kelak menjadi cinta dan harapan kami. Menjadi cerminan pribadi, prilaku dan didikan.

Tiba-tiba saja begitu banyak hal baru yang dipelajari. Awalnya, prosesnya dan setiap detiknya. 
 

    Luar biasa ternyata pembelajaran dan persiapan untuk menjadi seorang ibu. Belum 100 hari merawat sebuah nyawa di dalam tubuh rasanya sudah demikian luar biasa. Mestinya belum ada apa-apanya dibandingkan apa yang telah dilakukan ibu kita sampai kita sebesar ini. Malu rasanya membayangkan berapa ratus kali telah menyakiti hati ibu? Berapa ribu kali kita telah mengecewakan ibu? Berapa juta kali kita menzolimi ibu kita? Betapa ibu nyaris tidak pernah membalas dengan balik menyakiti hati kita. Berbeda dengan kita, ibu tidak pernah bersungguh-sungguh ingin menyakiti hati anaknya. Kesadaran telak yang baru begitu menohok muncul saat merasakan persiapan menjadi ibu. “Ibu, andai bisa kami pesankan rumah di Surga untukmu” Kata sahabatku, menikah adalah… Saat dimana seseorang tdk hanya memikirkan dirinya sendiri lagi Saat dimana ada teman untuk berbagi, ada teman untuk bersama2 menuju cinta-Nya Saat dimana orang tua bertambah, dan keluarga pun bertambah Saat dimana hati menjadi tenang dan bahagia tanpa harus lupa bahwa ada setumpuk tanggung jawab juga disana Saat dimana kesempatan tuk menjadi seorang ibu mendekat Saat dimana peluang sebagai istri sholehah yg akan mendapatkan syurga-Nya ada Saat dimana tergenapkan separuh agama.. “Rabbi, mudahkanlah kami untuk mencintai dan dicintai” Dan aku masih ingin lebih banyak belajar lagi (3 sept 2007) detik-detik menuju angka 26

TARJIH -Qadha’ dan Fidyah untuk Hamil dan Murdhi’

sumber:http://salafyitb.wordpress.com/2006/12/08/tarjih-qadha-dan-fidyah-untuk-hamil-dan-murdhi/ Penulis : Abu Ishaq Umar Munawwir Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh Alhamdulillah washsholatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’d: Saya mencoba menulis apa yang bisa ditulis pagi ini, dalam body message agar tidak terkesan formal. Jadi ya bersabarlah kalu dirasa panjang. Nomor hadits tidak ditulis lengkap dan nukilan yang ada tidak disebut detail di halaman berapa, tapi kalau bukunya insya Allah disebutlah judul dan penulisnya. Alasan nya, agar ikhwan sekalian meneruskan pembahasan untuk mendapatkan semuanya itu. (Padahal sebenarnya sih karena tidak ingat ….he he he…pokonamah yang terbersit ditulis weh..) Mudah-mudahan bermanfaat. Untuk soal dan contoh kasus insya Allah saya jawab juga di sini kalau waktunya cukup. Kalau tidak ya mungkin agak sorean lah insya Allah, atau habis Jum’atan kalau tidak ada kerjaan. Sekedar mengingatkan, Ibnu Katsir di Muqaddimah tafsirnya mengatakan bahwa tidak sepantasnya kita menyebutkan ikhtilaf dan aqwal para ulama tapi kita kemudian tidak memberikan tarjihnya. Jadi, mari kita sama-sama belajar untuk itu. Kalau tidak bisa tarjih, ya cukup katakan menurut yang saya tahu berdasarkan pendapat ulama anu begini jadi kita harus begini. Adapun kalau pendapat lain saya tidak tahu. Cukup tanpa menyebutkan ada A, B, C dst tapi kemudian tidak menyodorkan tarjih atau mana yang rajihnya. Kedua, Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat kerap mengingatkan kita untuk melakukan bahts. Tidak berhenti sampai apa kata Syaikh, namun terus menelusuri apa dibalik itu sehingga Syaikh bisa berkesimpulan seperti itu. Alasannya, jika kita berhenti sampai pada apa kata Syaikh, maka begitu Syaikh meninggal ilmu akan terputus bersamanya dan anak-anak kita hanya akan mewarisi kesimpulannya bukan dasarnya sehinga ketika kelak muncul hal serupa tapi tak sama seiring perkembangan peradaban manusa, kebingungan lah yang ada. Wal ‘iyadzu billah. Adapun berkenaan dengan mana yang rajih bagi hamil dan murdhi’ apakah (1) qadha atau (2) fidyah atau (3) qadha dan fidyah? Continue reading TARJIH -Qadha’ dan Fidyah untuk Hamil dan Murdhi’