[Cluster-4] Catatan 2 Tahun yang lalu

Mengapa air mata ini keluar tanpa sebab Mengapa hatiku berdebar dalam gelap Perenunganku berakhir, matahari bergulir Aku menanti-nanti, menunggu detik-detik akhir Berapa? Berapa lagi usiaku yang Tuhanku?

Tulisan-tulisan di bawah adalah yang aku tulis dan aku terima di Singapura, saat maghrib menjelang dan usia berkurang satu, di dua tahun yang lalu, 4 September 2004… 1. Dua monitor suatu siang saat jarak yang membentang bukan halangan saat Singapura Jakarta hanya terpisahkan oleh dua layar monitor saat ukhuwah menjadi taman taman yang indah dan tausiyah menjadi kuntum kuntum yang merekah walau tiada pernah saling menatap wajah inikah hati hati yang terikat karena Allah? mbak… tolong ajari aku tentang ikhlas, syukur dan sabar kenapa kaki ini tiba2 berat melangkah sayang, bila ingat keikhlasan…ingatlah bunda dirumah….. ingat kenakalan kita dan juga semua jerih payah yang telah diberikan hingga membuat kita menjadi orang yang berguna, tapi beliau tetap ikhlas… kadang marah, kadang cinta…tapi tidak pernah meminta sesuatu sebagai balasannya… sayang, jika ingat keikhlasan..ingatlah bahwa seorang sahabat rela dipatuk kakinya oleh ular tapi tidak bergeming, karena takut gerakannya akan membangunkan lelap kekasih hatinya…..dia tidak berharap apapun atas cintanya… jika ingat keikhlasan ingatlah…bahwa hidup kita hanya mengharap cinta Alloh SWT, maka semua pemberian atau balasan dari makhluk akan terasa kecil karenanya.. sayang, jika ingat kesabaran, ingatlah nabi ayub…kehilangan atas tanah, anak dan istrinya serta terakhir diberi penyakit yang tidak pernah hilang derita..tapi yang terucap dari mulutnya hanya kalimat thayyibah… ingat kesabaran..ingatlah baginda rasulullah dipukuli dan di lempari baru di thaif..tapi yang keluar dari mulut mulia beliau adalah doa untuk mohon keberkahan atas kaum itu ingat kesabaran ..ingatlah para mujahid dakwah yang dipenjara atau terbunuh dalam perang, yang tidak pernah keluar keluh kesah derita walaupun berhadapan dengan tirani… ingat kesabaran..ingatlah bahwa sabar tidak memiliki awal dan juga akhir…..karena dia adalah proses yang tiada berhujung, dengan balasan surga bgi siapapun yang bisa melaksanakannya… sayang, antara keikhlasan dan kesabaran akan berbuah satu yakni keimanan….yang menghasilkan surga hakiki ———- 2. puisi cinta dari sahabat [mdesian] Hari-hari melangkahi usia memburu imanku mengejar hari esokku Di mana kini aku berada? berlari-lari usia mengejar massa hingga saatnya tiba aku perlu kado istimewa bukan, bukan sekedar harta mungkin hanya sebait doa mungkin juga sebuah taushiyah sungguh aku tak ingin waktuku tersia-tersia Detik-detik menggiring rasa Meninggalkanku sebuah jeda bermuara sebuah perenungan Akhirnya tertinggal di dada Teriakan-teriakan kesakitan membahana Memecah dunia dari ufuk timur dan ufuk barat Manusia-manusia yang dibangkitkan Dari tidurnya yang panjang nan lelap berakhir sudah . keluarlah sejarah lama menyiksa, memaksa mengantarkan keletihan pada puncak ketakutan malaikat maut dengan sapa peringatan “Man robbuka?” [Siapa Tuhanmu?] “Man dimuka?” [Apa agamamu?] “Man qiblatuka?” [Ke mana kiblatmu?] maka gemetar ruh “Siapa Tuhanku? Allah,Allah Tuhanku!” “Agamaku? Islam, agamaku!” “Kiblatku? Celakah aku? ke mana kiblatku, ya Tuhanku?” Jawab, jawab, aku perlu jawab Mengapa air mata ini keluar tanpa sebab Mengapa hatiku berdebar dalam gelap perenunganku berakhir, matahari bergulir aku menanti-nanti, menunggu detik-detik akhir *sesuai status ym nya:P* berapa? Berapa lagi usiaku yang Tuhanku? Tetapkah berdiri aku di sini saja di bibir ketakutan sungguh ya Tuhanku bilakah tulus pengharapanku seandainya merangkakpun kutuju diriMu Meski berat berlari aku padaMu sisa-sisa tenagaku makin melemah deraan-deraan ujian membuatku goyah apakah kesabaranku lambat laun terkikis? hingga sedikit demi sedikit semakin menipis? Aku butuh pijakan Aku butuh pegangan Aku butuh tangan-tangan yang mengajakku bangkit kembali dan mengingatkanku tanpa bosan setiap hari aku perlu orang-orang yang menuntun Yang saling menjaga agar ruhiyah tidak turun Hingga berjumpa do.a-do.a robithoh yang terlantun Aku perlu sapa-sapa santun Hingga merembes seluruh taujih dalam qolbun Maka, kubiarkan waktuku berlalu setahun Bersama doa pagi dan selang petang kami yang beruntun Berkaca kami pada manusia-manusia langit Yang menggunakan waktu sebagai selendang menuju syahid Ketika di atasnya tertoreh darah dan tadhkiyah Yang sengaja selalu dicipta dalam dada demi perngharapan berjumpa dengan RabbNya ketika napak tilas hari sebelumnya Memeras luka dari jiwa Merobek-robek luka lama sayatan-sayatan pedih seolah luka abadi sejarah hati yang tak kuasa dipendam sendiri Meronta-ronta jiwa Namun akhirnya terpaksa jua mengakui Di sini Jauh di dasar sanubari terukir nama-nama dalam hati mengajakku lagi, lagi dan lagi bangkit kembali Menyongsong esok hari Maha suci Illah Ahabbakalldzi ahabbatanillah Bilakah kami bersua di pelataran ArsyNya? //ukhty, syukran atas cintanya… ________________________________________

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>