tentang nikmat

mungkin imanku ini masih tipis bgt ya, uni? segitu banyaknya nikmat tp msh aja sering sedih

Lama dulu termenung sebelum aku bisa menjawab kata-katanya. Dibanding dengan sahabat Rasul, apalah kita ini, iman mungkin setipis kulit bawang. Karena itu mungkin kita mesti selalu berdo’a Yaa muqallabbal qullub, tsabit qalbi ‘alaa diinik, dan memohon Ihdinas-Shiratal Mustaqim setiap harinya. Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan. ” Dan nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang dapat engkau dustakan” Nikmat Sehat yaa Qowi Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat waktu luang yaa Muhshi Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat masa muda yaa Jalil Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat keindahan yaa Badii’ Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat ilmu yaa Aliim Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat rezeki yaa Ghani’ Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat mendengar yaa Samii’ Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat melihat yaa Bashir Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan Nikmat iman yaa Allah ah, kami malu padaMu Allah..

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

arsip: http://unisa.f2o.org/artikel.php?view=75 Ada seorang wanita shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, namanya Ummu Humaid ingin mengikuti shalat bersama Rasul Shalallaahu alaihi wasalam di masjid Nabi, maka Rasulullah memberikan jawaban yang begitu indah dan berkesan, yang artinya, “Sungguh aku tahu, bahwa engkau senang shalat bersamaku, padahal shalatmu di dalam kamar lebih baik dari pada shalatmu di rumah, dan shalatmu di dalam rumah lebih baik dari pada shalatmu di masjid kampungmu, dan shalatmu di masjid kampung lebih baik daripada shalatmu di masjidku ini.” (HR. Ibnu Khuzaimah, di dalam shahihnya). Continue reading Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

Qiyamulail [part 2]

part 1: http://blog.unisa81.net/2006/07/05/kiat-tahajud/ Hayuk!!! berusaha keras..  sumber: milis Qiyamul lail dapat dilakukan setelah shalat Isya dan dapat dilakukan sebelum atau setelah tidur, berikut dalil-dalilnya, Dari Aisyah radhiyallaHu ‘anHa, dia berkata, “Rasulullah biasa mengerjakan shalat sebelas raka’at pada waktu antara selesai shalat ‘Isya sampai Shubuh sebanyak sebelas raka’at” (HR. Muslim no. 736) Dari Abu Bashrah al Ghifari, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menambah untuk kalian satu shalat, yaitu witir. Oleh karena itu, kerjakanlah ia diantara Isya sampai shalat Shubuh” (HR. Ahmad VI/7, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash Shahihah no. 108) Dari Jabir radhiyallaHu ‘anHu, Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda, “Barangsiapa khawatir tidak bangun di waktu malam, maka hendaklah dia mengerjakan shalat witir di awal waktunya. Dan barangsiapa yang berkeinginan hendak bangun di akhir malam maka hendaklah dia mengerjakan shalat witir di akhir malam, karena sesungguhnya shalat di akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat) dan demikian itu lebih baik” (HR. Muslim no. 755)

[Cluster-4] Catatan 2 Tahun yang lalu

Mengapa air mata ini keluar tanpa sebab Mengapa hatiku berdebar dalam gelap Perenunganku berakhir, matahari bergulir Aku menanti-nanti, menunggu detik-detik akhir Berapa? Berapa lagi usiaku yang Tuhanku?

Tulisan-tulisan di bawah adalah yang aku tulis dan aku terima di Singapura, saat maghrib menjelang dan usia berkurang satu, di dua tahun yang lalu, 4 September 2004… Continue reading [Cluster-4] Catatan 2 Tahun yang lalu