Isti’ab

//nyulik dari mba YOKKA, cintaku ^_^, http://yokka.multiply.com Meningkatkan Kapasitas Rekruitmen Dakwah ISTI’AB DALAM DAKWAH DAN DA’I 1. Makna Isti’ab Isti’ab (daya tampung) adalah kemampuan da’I utk menarik objek dakwah (mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelektual, kejiwaan, status sosial dsb. Da’i yg sukses adalah da’I yg mampu masuk & dapat mempengaruhi setiap manusia, dengan pemikiran dan dakwahnya, sekalipun kecenderungan, karakter, dan tingkatan mereka beragam. Disamping mampu menarik sejumlah besar manusia dan mampu menampung mereka baik dalam tataran pemikiran ataupun pergerakan. Jadi Isti’ab merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan, dan karunia Ilahiyah, yg membantu para da’i dan mjdkan mereka poros bagi masyarakat, shg mereka senantiasa berputar dan berkerumun di sekitarnya. Continue reading Isti’ab

Hadits-hadits palsu ttg keutamaan sholat dan puasa di bulan rajab

Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas sumber :almanhaj.or.id PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB [1]. Imam Ibnul Jauzy menerangkan bahwa hadits-hadits tentang Rajab, Raghaa’ib adalah palsu dan rawi-rawi majhul. [Lihat al-Maudhu’at (II/123-126)] [2]. Kata Imam an-Nawawy: “Shalat Raghaa-ib ini adalah satu bid’ah yang tercela, munkar dan jelek.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 140)] Kemudian Syaikh Muhammad Abdus Salam Khilidhir, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at berkata: “Ketahuilah setiap hadits yang menerangkan shalat di awal Rajab, pertengahan atau di akhir Rajab, semuanya tidak bisa diterima dan tidak boleh diamalkan.” [ Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 141)] Continue reading Hadits-hadits palsu ttg keutamaan sholat dan puasa di bulan rajab

yang berderai…

Lalu berkata ia pada sepotong malam pucat pasi “semua ini menyesakkan dada bolehkah aku menangis”Lalu malam menjawab “maka menangislah ukhty jika simpul simpul sesak longgar karenanya” karena untuk itulah ada air mata Tapi berjanjilah untuk tersenyum lagi esok hari //sibuk mengatur langkah kaki

Tentang sup jahe ayam

Tulisan ini ditulis oleh: Kak Khadijah mahasiswi program phD NTU Singapore, sobat waktu saya sekolah di Singapura Jahe bukanlah rempah yang asing buat kita dan juga berbagai kelompok masyarakat lainnya dan jahe dikenali sejak zaman yang tak tertulis tanggalnya. Tidak hanya sebagai rempah, jahe juga dikenali sebagai salah satu bahan yang paling umum didapati dalam ramu-ramuan obat tradisional. Bersamaan dengan berkembangnya tenhonologi dan ilmu pengetahuan, jahe diteliti untuk mengetahui bahan kimia aktif yang terdapat didalamnya sehingga memungkinakan jahe dapat membantu dalam penyembuhan dan pencegahan berbagai penyakit serta juga dalam perawatan kesehatan. Dengan begini jahe tidak hanya dilihat sebagai bahan obat tetapi juga berfungsi sebagai bahan tambahan bagi perawatan kesehatan. Ekstrak jahe yang diteliti mendapati bahwa jahe memiliki property sebagai antioksidan iaiti bahan aktif yang dapat digunakan sebagai obat penyembuhan penyakit kanker dan juga bahan yang dapat digunakan sebagai pencegah kanker. Berdasarkan kepada taksonominya, jahe dikelompokkan kedalan famili Zingeberaceae. Famili Zingeberaceae adalah suatu kelompok tanaman yang memiliki batang yang terdapat dapat didalam tanah. Ini berarti yang kita konsumsi dari jahe adalah batangnya. Zingeberaceae adalah salah satu famili Yang besar didalam pengelompokan tanaman. Kunyit, temulawak, temi ireng, bungle dam lain sebagainya adalah termasuk didalam kelompok ini. Pada Zingeberaceae, jahe digunakan sebagai maskot untuk mempermudah mengenali ‘siapa” Zingeberaceae. Continue reading Tentang sup jahe ayam

Memakai atau menjual tasbih?

Berikut hasil chatting hari ini: 1. Apakah berdzikir menggunakan tasbih itu bid’ah? 2. Jika bid’ah, bolehkah kita menjualnya? yang pertama, para ulama berbeda pendapat tentang bid’ah tidaknya tasbih. (subhah…bahasa arabnya). Yang mengatakan bid’ah, alasannya karena tidak ada dalil yang shahih yang menjelaskan nabi berdzikir dengan subhah, atau membolehkan berdzikir dengan subhah Yang mengatakan boleh, ada yang beralasan dengan adanya hadits: nabi membiarkan seorang shahabiyah berdzikir dengan biji2an, yang berdalil dengan ini diantaranya syaikhul islam ibn taymiyyah dalam majmu’ fatawa, juga imam syaukani kelompok pertama, yang mengatakan bid’ah,  beralasan hadits2 tersebut tidak tsabit dari nabi, diantara mereka adalah albani, seperti dalam silsilah hadits dhaif, bahkan syaikh bakar abu zaid sampai membuat risalah khusus tentang ini… Continue reading Memakai atau menjual tasbih?

angin dan hujan, begitu berkabut…

… lewat seketika… tidak lama… Seperti angin. Datang dari padang pasir. Dengan azzam yang melangit dan cita cita yang tinggi. Laksana putaran topan yg menggulung-gulung dan sederas aliran sungai menuju air terjun. Seperti itu hawa terbawa. Bergelora seperti pusaran magma di pusat bumi. Menyala nyala seperti bara api, lalu membumbung tinggi bergema ke sanubari. Menyisakan segores warna merah tua. Lalu pergi.. Seperti hujan. Bersama pelangi. Kelembutan yang mencengangkan laksana tetesan wudhu. Membiaskan segar ke ubun ubun. Sederhana, bersahaja, namun selalu berjalan menuju terang Cahaya. Sejarahnya tertutup awan berarak di sore yang menjingga. Tidak semanis madu. Namun terpetakan pada satu ruang abu abu. Telah hilang kuncinya. Tapi tatanan di sudut sana tak terganggu gugat oleh tempias hujan lebat. Mungkin belum. Meski tlah lama pergi juga… Seperti kabut. Menularkan keceriaan pada daun daun, pada burung burung di taman dan pada butir-butir embun. Namun masih semu dan tertutup tanya. Samar segala dibaliknya. Ketika cerita angin dan hujan meluruh lalu tersapu kabut yang merayap perlahan, mungkin kan tinggal, mungkin juga kan hilang. Tak ada yang paham, kecuali kabut itu sendiri.  Lalu dilukisnya pelangi, dirajutnya hari-hari bersama bintang bintang yang jatuh dan sepotong rembulan ungu yang menghias bingkai bingkai jendelanya. Di sana banyak tanda tanya. Yang mungkin tak kan terjawab. Karena seperti angin dan hujan, tadi malam kabut itupun pergi. Menyisakan tetesan-tetesan air pertanda ia pernah ada. Air di mata, air di hati. Tak seperti angin dan hujan yang dilepas dengan sukacita. Tercenung… Merenung… hati bersenandung.. Maafkan, Tolong maafkan Ternyata skenarioNya mengalahkan cita Mungkin memang masih banyak PR, banyak amanah, atau belum dipercaya olehNya –SebrangMonas, 4july2006– **kadang berfikir, menulis dgn bahasa seperti ini ada yg paham ga ya…

hakikat keimanan…

حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ عَنْ جَدِّهِ مَمْطُورٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّرَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ إِذَا سَرَّتْكَ حَسَنَتُكَ وَسَاءَتْكَ سَيِّئَتُكَ فَأَنْتَ مُؤْمِنٌ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا الْإِثْمُ قَالَ إِذَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ شَيْءٌ فَدَعْهُ   Hadits riwayat imam ahmad, juga haki, dengan sanad yang shahih ada seorang laki2 bertanya kepada Rasulullah…apa itu Iman? Jika kebaikanmu membuat dirimu gembira dan keburukanmu membuat dirimu bersedih…maka engkau mu’min.  Kemudian laki2 itu bertanya: Ya Rasulalloh, apa itu dosa?.  Rasulullah menjawab: Jika ada di dadamu sesuatu dan kemudian engkau menolaknya

Imam Syafi’i

Ditulis Oleh: Abu Auf Abdurrahman Attamimi sumber: mailing list Muslimah_Sholihah · Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris. Beliau dilahirkan di Gaza, Palestina, tahun 150 H, dan ayahnya meninggal ketika masih bayi, sehingga beliau hanya dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah Azad dari Yaman. Diwaktu kecil Imam Syafii hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . Oleh karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga beliau disana). Maka ketika berusia 2 tahun beliau dibawa ibundanya pindah ke Makkah. Continue reading Imam Syafi’i

Kiat jitu mempercantik wajah dgn TAHAJUD

sumber: milis muslimah_sholehah Siapa yang tidak ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat, baik dengan menggunakan berbagai kosmetik, pemutih atau menggunakan lulur, ekstrak bengkoang dan lain-lain agar wajahnya putih alami dan berseri. Terlepas dari keberhasilan semua trik-trik di atas yang notabene masih dipertanyakan terlebih lagi mengandung zat-zat kimia yang berbahaya, kenapa tidak menggunakan kiat yang satu ini? Apa kiatnya? Yaitu shalat tahajjud di malam hari. Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Continue reading Kiat jitu mempercantik wajah dgn TAHAJUD